Salah seorang warga tengah melintas di area peruntukan kawasan industri, Dusun Banyakan II, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kamis (21/5/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto) Salah seorang warga tengah melintas di area peruntukan kawasan industri, Dusun Banyakan II, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kamis (21/5/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)
Rabu, 21 Desember 2016 07:20 WIB Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

KAWASAN INDUSTRI PIYUNGAN
Pemdes Klaim Sepakat dengan 4 Kelompok Peternak

Kawasan Industri Piyungan, kelompok peternak akhirnya setuju

Solopos.com, BANTUL — Setelah sempat tarik ulur, kelompok peternak di kawasan Desa Srimulyo akhirnya sepakat direlokasi lantaran lokasinya akan digunakan untuk Kawasan Industri Piyungan (KIP). Empat dari total tujuh kelompok peternak itu telah menyepakati lahan relokasi yang telah disiapkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Srimulyo. Kini lokasi keempat kelompok itu pun sudah rata dengan tanah.

(Baca Juga : KAWASAN INDUSTRI PIYUNGAN : Harga Belum Cocok, Warga Masih Menolak)

Kepala Desa Srimulyo Wajiran saat dihubungi wartawan, Selasa (20/12/2016) siang menjelaskan, keempat lokasi yang sudah bersepakat dengan Pemdes, masing-masing ada di Dusun Kradenan, Cikal, Payak, dan Bintaran Wetan. Sedangkan tiga kelompok lainnya yang berada di Dusun Jolosutro, Jasem, dan Jimbon, rencananya baru akan ia relokasi pada tahun 2017 mendatang. Sementara jumlah total peternak di 7 kelompok itu mencapai lebih dari 200 orang.

Lebih jauh ia menjelaskan, keempat kelompok itu akan direlokasi ke lahan baru yang lokasinya tak jauhdari kandang lama. Dengan begitu, peternak tak merasa dirugikan dengan adanya proses relokasi tersebut.

Untuk proses relokasi itu, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp92 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2016. Dari total anggaran itu, masing-masing peternak nantinya akan mendapatkan dana senilai Rp500.000.

“Sedangkan tiga kelompok lainnya, kami anggarkan Rp72 juta pada APBDes 2017. Bahkan yang di Kradenan malah sudah dilakukan perataan lahan, ” akunya.

lowongan kerja
lowongan kerja COSTUMER SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…