Ilustrasi cacing (Homeopathyworldcommunity.com) Ilustrasi cacing (Homeopathyworldcommunity.com)
Rabu, 21 Desember 2016 14:38 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Jangan Sepelekan Kasus Cacingan pada Anak

Cacingan pada anak masih menjadi permasalahan yang perlu dipahami orangtua

Solopos.com, SLEMAN- Cacingan pada anak masih menjadi permasalahan yang perlu dipahami orangtua. Anak yang mengalami cacingan bisa berdampak buruk pada perkembangan hidupnya. Meski kasus anak cacingan di Sleman tergolong kecil, namun tetap perlu diwaspadai.

Kepala Bidang Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaini menjelaskan, saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan program pengendalian kecacingan terintegrasi pada anak usia dini hingga 12 tahun.

Dinkes, katanya, memberikan obat cacingan secara gratis di tiap-tiap Puskesmas. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kasus cacingan pada anak.

“Sebenarnya kasus cacingan di Sleman cukup rendah. Kami lakukan penelitian tahun ini di lima Puskesmas. Dari 500 sample anak yang diteliti secara acak, hanya delapan anak saja yang positif cacingan,” ujar Novi sapaan akrab Novita kepada Solopos.com, Selasa (20/12/2016).

Dia menjelaskan, banyak jenis cacingan yang dapat menyerang anak. Salah satu tujuan pemberian obat cacingan yang dilakukan, katanya, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit kaki gajah.

Selain itu, pemberian obat cacing massal dilakukan agar pertumbuhan anak tidak mengalami gangguan. “Kalau anak terkena cacingan, bisa menyebabkan gangguan pada pertumbuhannya. Tidak hanya kekurangan gizi, anemia dan gangguan lainnya. Termasuk gangguan kecerdasan pada anak,” ucapnya.

Jenis cacing yang dapat menyerang anak beragam. Mulai oxyuris, ascariasis L, dan Ancylostoma. Selain masuk lewat mulut, cacing-cacing tersebut juga bisa masuk lewat pori-pori kulit.

“Telur cacing bisa masuk lewat tangan yang kotor. Kadang anak tidak menyadari itu. Oleh karenanya, kami selalu mengingatkan orangtua agar mereka menanamkan perilaku hidup sehat kepada anak-anaknya,” ujar Novi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Bambang Suharjana menjelaskan, pemberian obat cacing sudah dilakukan di sekolah-sekolah.

Tahun ini, pihaknya memberikan obat cacing di 50 sekolah dasar bagi 6.150 siswa kelas satu hingga kelas enam. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kasus cacingan pada anak.

Selama ini, wilayah DIY merupakan daerah non endemis filarial sehingga dilakukan pemberian obat cacing massal. Selain untuk meningkatkan kecerdasan anak, pemberian obat cacing tersebut dilakukan untuk menurunkan prevalensi (angka kesakitan) cacingan di DIY yang mencapai 20-50%. “Kami juga memberikan penjelasan pada anak-anak jika bermain pasir atau tanah untuk segera mencuci tangannya,” katanya.

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…