Wasirah, pedagang Pasar Wates terpaksa mengurangi jumlah cabai dagangannya akibat pasokan menipis dan harga melambung tinggi. Kini, ia hanya menyediakan 5 kilogram tiap jenis cabai per hari, Senin(19/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari Wasirah, pedagang Pasar Wates terpaksa mengurangi jumlah cabai dagangannya akibat pasokan menipis dan harga melambung tinggi. Kini, ia hanya menyediakan 5 kilogram tiap jenis cabai per hari, Senin(19/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari
Rabu, 21 Desember 2016 00:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

HARGA KEBUTUHAN POKOK
Cuaca Buruk, Harga Cabai Meroket

Harga kebutuhan pokok untuk cabai kembali naik

Solopos.com, KULONPROGO — Harga cabai naik menjadi Rp70.000 per kilogram selama sepekan terakhir. Kenaikan ini juga dibarengi dengan berkurangnya pasokan sejumlah sayuran segar lainnya.

Harga cabai merah di Pasar Wates terpantau naik dari sebelumnya hanya berkisar Rp65.000 per kilogram. Wasirah, salah satu pedagang mengatakan cabai merah keriting saat ini juga mencapai harga Rp 50.000 per kilogram. Hal serupa juga berlaku untuk cabai hijau yang sekarang dijual dengan harga Rp45.000 tiap kilogram.

“Semua cabai naik, stoknya juga sedikit,”jelasnya ketika ditemui saat berdagang pada Senin(19/12/2016).

Menurut dia, kenaikan harga sudah terjadi selama beberapa pekan terakhir. Harga yang melejit diperkirakan diakibatkan cuaca buruk yang mendera berbagai daerah pemasok sehingga hasil pertanian kurang memuaskan. Wasirah menerangkan jika cabai yang dijualnya dipasok dari Muntilan, Jawa Tengah karena stok lokal tidak mencukupi.

Selain harga yang tinggi, pasokan bahan kebutuhan pokok ini juga semakin menipis karena alasan yang serupa. Saat ini, ia hanya menyediakan sekitar 5 kilogram tiap jenis cabai dari yang biasanya mencapai 10 kilogram per hari. “Dari pemasoknya memang sudah sedikit,”ujarnya. Harga yang semakin mahal juga membuat sejumlah pelanggannya mengurangi jumlah pembelian.

Selain cabai, berkurangnya pasokan sangat terasa pada sejumlah jenis sayuran segar lainnya. Wasirah mencontohkan jika sayuran hijau seperti bayam sekarang sulit didapati meski harganya murah. Selain itu, harga sayuran seperti kubis juga ikut naik hingga Rp12.000 per kilogram. Meski daya dan minat beli masyarakat tetap seperti biasanya, namun berkurangnya pasokan ini membuat sejumlah pembeli kecewa.

Wasirah mengatakan jika kenaikan kebutuhan pokok cukup sering terjadi jelang akhir tahun. Selain cuaca yang kurang mendukung, hal ini juga dipengaruhi perayaan Natal dan Tahun Baru. Bahkan, kenaikan harga yang terjadi hampir menyaingi kenaikan yang terjadi jelang perayaan Lebaran.

Berdasarkan pantauan, daging ayam sekarang dibandrol dengan harga Rp35.000 per kilogram sedangkan telur ayam mencapai harga Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, harga tomat mash stabil yakni Rp10.000 per kilogram. Sedangkan bawang merah dan bawang putih dijual dengan harga yang sama yakni Rp40.000 per kilogram.

Ngatiirah, salah satu pembeli yang dijumpai di Pasar Wates, mengatakan terpaksa mengurangi pembeli guna mengakali anggaran belanjanya. “Jika daging saya tidak terlalu terasa tapi kalo sayuran dan bumbu mahal dan susah seperti ini malahan repot,”ujar wanita yang merupakan pedagang bakmi ini.

Dibandingkan menaikkan harga jual, ia sendiri kemudian memilih mengurangi porsi makanan yang dijualnya sebagai upaya mengatasi kenaikan harga. Dengan demikian, ketika harga berangsur turun ia tak perlu repot menurunkan harga kembali. Terlebih lagi, kenaikan harga jual beresiko menghilangkan pelanggan yang sudah dimilikinya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…