Salah seorang pedagang ikan di Pasar Bantul, Juminten saat menata dagangannya, Selasa (20/12/2016). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Salah seorang pedagang ikan di Pasar Bantul, Juminten saat menata dagangannya, Selasa (20/12/2016). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Rabu, 21 Desember 2016 11:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Harga Ikan Laut Naik Tajam

Harga ikan laut di Bantul naik tajam

Solopos.com, BANTUL—Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sejumlah harga bahan pangan mengalami kenaikan. Salah satunya adalah kenaikan sejumlah harga ikan laut di Pasar Bantul. Dibanding hari-hari sebelumnya, kenaikan harga hingga mencapai Rp15.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Bantul, Juminten mengakui kanaikan harga sejumlah ikan khusunya ikan laut sudah sejak sekitar sepekan terkahir. Kenaikan harga tertinggi terjadai pada ikan jenis cumi-cumi. “Kemarin cumi-cumi harganya Rp40.000 per kilogram. Sekarang harganya jadi Rp54.000,” ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Tidak hanya cumi-cumi, semua ikan laut seperti halnya ikan cakalang, ikan tonggol, ikan tuna, dan udang juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Harga udang yang mulanya Rp50.000 menjadi Rp57.000; ikan cakalang yang mulanya Rp16.000 menjadi Rp20.000; ikan tongkol yang mulanya Rp20.000 menjadi Rp22.000; dan ikan tuna yang mulanya Rp26.000 menjadi Rp28.000.

Kenaikan harga ikan laut tersebut menurut Juminten, selain karena meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, juga karena minimnya pasokan. Cuaca buruk yang akhir-akhir ini terjadi membuat pasokan ikan laut sedikit mengalami penurunan.

Lanjut dia, pasokan sebagain besar selama ini dia dapatkan dari luar daerah. “Kalau pasokan ikan saya ambil dari Semarang. Ada juga yang dari sini [Bantul], tapi disini  [Bantul] tidak begitu banyak ikan,” ujarnya.

Sementara itu, naiknya sejumlah harga ikan laut juga diikuti oleh kenaikan harga daging ayam. Menurut salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Bantul, Ramdan juga mengakui adanya kenaikan harga daging ayam. Sejak beberapa hari lalu ayam potong yang mulanya Rp16.000 per kilogram sekarang menjadi Rp18.000, dan bahkan lebih katanya.

Namun dia mengatakan meskipun harga naik, pasokan ayam tetap terjaga. Begitu juga dengan pembeli, yang menurut dia malah semakin meningkat. “Harganya naik bukan karena stoknya kurang. Tetapi biasanya memang karena setiap akan Natal dan Tahun Baru perminataan meningkat, jadi harganya dianaikkan dari pemasok,” jelasnya.

lowongan kerja
lowongan kerja Guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…