02social kitchen
Rabu, 21 Desember 2016 22:15 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

Dipanggil Disbudpar Solo untuk Pembinaan, Pengelola Social Kitchen Mangkir

Pengelola Social Kitchen Solo mangkir saat dipanggil untuk diberi pembinaan oleh Pemkot Solo.

Solopos.com, SOLO — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo menyesalkan tidak adanya respons dari pengelola Social Kitchen Restaurant Social Eat Dine and Chill terhadap panggilan untuk pembinaan yang dilayangkan secara resmi, Senin (19/12/2016) lalu.

Undangan pembinaan tersebut disampaikan Disbudpar menyusul terjadinya insiden sweeping disertai dengan perusakan di kafe setempat, Minggu (18/12/2016) dini hari. Langkah hukum kasus tersebut saat ini ditangani Polda Jawa Tengah.

Kepala Bidang Sarana Wisata Disbudpar Solo, Suwoto, menyatakan Disbudpar berinisiatif memanggil manajemen Social Kitchen setelah menerima aduan masyarakat terkait adanya dugaan menggelar tarian erotis yang melanggar norma susila di tempat hiburan tersebut. (Baca juga: Wali Kota Solo Larang Social Kitchen Beroperasi)

“Setelah ada laporan dari Satpol PP, kami secara resmi melayangkan undangan pembinaan kepada Sosial Kitchen. Tapi oleh manajemennya tidak direspons,” kata Suwoto saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (21/12/2016).

Menurut Suwoto, Disbudpar secara berkala sudah mendatangi tempat usaha tersebut bersama tim gabungan dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).  “Kami sudah pernah mengadakan pembinaan di sana juga. Intinya pengelola kami ingatkan jangan sampai menyalahgunakan izin hiburan yang sudah diberikan. Jangan sampai melanggar norma apalagi aturan,” ujar dia.

Kepala Disbudpar Solo, Eny Tyasni Suzana, menyesalkan aksi sweeping tempat hiburan malam yang dilakukan ormas tersebut. “Harusnya ormas tetap berkoordinasi dengan Pemkot atau kepolisian. Tidak ditindak sendiri seperti itu,” jelasnya.

Disinggung soal revisi jam operasional kafe atau tempat hiburan malam menyusul adanya gangguan keamanan dan ketertiban di bawah pengawasannya, Eny mengatakan hingga saat ini belum ada arahan. Dia menyebutkan keberadaan kafe dan tempat hiburan malam yang tidak melanggar norma serta taat aturan diperlukan untuk mendukung kota pariwisata.

“Solo ini kota jasa dan pariwisata. Kalau jam operasional dikunci di bawah pukul 00.00 WIB nanti banyak wisatawatan yang komplain. Kami arahkan usaha hiburan dan rekreasi harus sesuai norma dan aturan yang berlaku. Jangan melebihi jam ketentuan lewat pukul 02.00 WIB,” terang dia.

Sementara itu, pantauan Solopos.com di Social Kitchen Restaurant Social Eat Dine and Chill, Rabu siang, aktivitasnya masih normal. Restoran yang berada di kawasan Banjarsari itu masih menerima pengunjung.

Saat dimintai tanggapan terkait ancaman penutupan setelah penerbitan dua surat peringatan pelanggaran izin yang diterbitkan Pemkot serta mangkir pembinaan, salah seorang pegawai yang ditemui Solopos.com enggan berkomentar. “Manajemen sedang keluar semuanya,” katanya.

Petugas keamanan yang berjaga di sana juga enggan memberikan keterangan. “Kasusnya sudah ditangani kepolisian,” jelasnya.

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menggali Keluhuran Ajaran Leluhur

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Al. Waryono, guru di SMKN 2 Klaten yang merupakan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung. Alamat e-mail penulis adalah al.waryono62@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Orang Barat (Eropa) berusaha menaklukkan alam dengan kepandaian…