Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X kembali melantik Sulistyo sebagai Penjabat Walikota Jogja dari sebelumnya berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jogja, Rabu (21/12/2016) siang. (Gigih M Hanafi/JIBI/Harian Jogja) Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X kembali melantik Sulistyo sebagai Penjabat Walikota Jogja dari sebelumnya berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jogja, Rabu (21/12/2016) siang. (Gigih M Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 21 Desember 2016 18:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Dilantik Jadi Penjabat Walikota Jogja, Sulistyo Janji Tak akan Terima Suap

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X kembali melantik Sulistyo sebagai Penjabat Walikota Jogja dari sebelumnya berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jogja

Solopos.com, JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X kembali melantik Sulistyo sebagai Penjabat Walikota Jogja dari sebelumnya berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jogja, Rabu (21/12/2016) siang.

Dalam pelantikan tersebut, Sulis juga mengucapkan sejumlah poin pakta integritas atas jabatan yang diemban di hadapan Gubernur DIY. Selain mengemban jabatan itu, Sulistyo juga merangkap sebagai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda DIY.

Dalam pakta integritas itu, ia berjanji akan berperan secara proaktif dalam pencegahan korupsi, kolusi dan nepotisme dan tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela.

“Tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap, hadiah atau bentuk lainnya,” ucap Sulis dalam pelantikan, Rabu (21/12/2016) kemarin.

Selain itu, ia berjanji untuk bersikap transparan, jujur, objektif dan akuntabel serta menghindari pertentangan kepentingan dalam pelaksanaan tugas. Memberi contoh kepada bawahan dan menyampaikan segala bentuk penyimpangan jika terjadi dan menjaga rahasia laporan.

Pakta integritas itu diucapkan Sulis sebagai penanda dirinya sebagai Penjabat Walikota yang memiliki kewenangan lebih luas ketimbang sebagai pelaksana tugas Walikota.

Dalam kesempatan itu Sri Sultan Hamengkubuwono X banyak berpesan, agar Sulis mampu menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) agar bebas dari keberpihakan, kepentingan dan intervensi politik.

“Selain itu jangan menggunakan jabatan untuk kepentingan calon atau partai politik tertentu,” ungkap Sultan.

Meski memiliki kewenangan luas, namun Penjabat Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat kecuali mendapat persetujuan dari Mendagri. Pengangkatan Sulistyo berdasarkan Keputusan Mendagri No. 131.34-10304 Tahun 2016 tentang pengangkatan pejabat Walikota Jogja. “Pesan untuk PJ [Penjabat Walikota] harus netral [dalam Pilkada],” tegas Sultan.

lowongan pekerjaan
PENGAWAS&ESTIMATOR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Kementerian Riset Teknologi dan…