Wolfgang Pikal (PSSI) Wolfgang Pikal (PSSI)
Rabu, 21 Desember 2016 05:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Indonesia Share :

Demi Prestasi, Timnas Indonesia Harus Berbenah

Timnas Indonesia dinilai masih harus membenahi sejumlah aspek.

Solopos.com, JAKARTA – Asisten pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, menilai Tim Garuda harus meningkatkan sejumlah aspek agar lebih maju ke depannya. Hal itu tetap perlu dilakukan kendati Indonesia telah melebih ekspektasi di Piala AFF 2016.

Indonesia memang tampil dengan persiapan minim di Piala AFF 2016. Menembus babak semifinal pun jadi target realistis tim Garuda. Namun nyatanya, tim polesan Alfred Riedl itu mampu menembus babak final, meski harus mengakui ketangguhan Thailand di babak tersebut.

Banyak kalangan yang mengapresiasi hasil yang diraih timnas tersebut. Terlebih tim baru kembali dibentuk setelah mendapat sanksi dari FIFA. Selain itu, Riedl juga tak leluasa memanggi pemain karena berbenturan dengan ajang ISC.

Pikal sendiri bangga dengan semangat yang ditunjukkan para pemainnya di Piala AFF 2016 sehingga mendapat hasil bagus. Kendati demikian, masih banyak aspek yang perlu dibenahi oleh timnas agar lebih baik lagi. Terlebih pada tahun depan, Indonesia juga bakal tampil di Asia Games.

“Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 sudah bagus. Semangat kami luar biasa. Kami juga memiliki pemain muda berbakat, tapi semua aspek masih harus ditingkatkan. Aspek teknis adalah power, skill, dan yang lain. Untuk aspek non teknis, kita harus memperhatikan gaya hidup, nutrisi, dan banyak hal,” kata Pikal seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (20/12/2016).

Pikal juga menambahkan, bersinarnya para pemain muda Indonesia di Piala AFF 2016 menjadi angin segar. Dia berharap PSSI bisa menjaring bakat-bakat muda demi regenerasi sepak bola di Tanah Air.

“Ya, kita butuh pembinaan yang memadai. Diklat harus diciptakan di semua provinsi, liga untuk usia harus dijalankan. Tak kalah penting adalah edukasi untuk pelatih lokal,” tegas Pikal.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…