Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengunggah foto dirinya sedang menaiki sebuah bus ke akun Instagramnya dengan caption "Om Telolet Om", Rabu (21/12/2016). (Instagram.com-@hendrarprihadi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengunggah foto dirinya sedang menaiki sebuah bus ke akun Instagramnya dengan caption "Om Telolet Om", Rabu (21/12/2016). (Instagram.com-@hendrarprihadi)
Rabu, 21 Desember 2016 18:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

DEMAM TELOLET
Wali Kota Semarang Terserang Demam Telolet

Demam telolet juga menyerang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Solopos.com, SEMARANG – Demam Om Telolet Om belakangan hari ini ramai diperbincangkan. Bukan hanya ramai diperbincangkan, di beberapa media sosial fenomena global itu sedang viral Telolet Challenge. Demam Om Telolet Om yang sebelumnya lekat dengan anak kecil, ternyata sudah merambah semua usia, termasuk Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Wali kota yang akrab dipanggil Hendi itu mengunggah foto dirinya sedang menaiki sebuah bus ke akun Instagramnya @hendrarprihadi dengan caption “Om Telolet Om”, Rabu (21/12/2016). Tak pelak hal itu lantas menuai beragam reaksi dari para followers-nya.

Akun Instagram Hendi yang biasanya hanya menuai puluhan komentar, kali ini dengan caption “Om Telolet Om”, foto itu sudah dikomentari pengikutnya lebih dari 350 kali hanya dalam beberapa jam. Bukan hanya komentar, foto tersebut juga telah meraih lebih dari 2.000 likes. Biasanya foto unggahan Hendi hanya mampu meraup ratusan likes.

Kolom komentar dari foto itu lantas dipenuhi dengan kalimat “Om Telolet Om”. Bahkan pengguna akun Instagram @cmuh_iqbal_panser_kauman menyarankan kepada sang wali kota agar seluruh armada bus rapid trans (BRT) Trans Semarang agar dipasang klakson yang berbunyi telolet. “Kalau bisa semua armada BRT semua koridor dikasih telolet pak. Hehe,” tulisnya dalam kolom komentar.

Kendati kolom komentar dibanjiri dengan kalimat “Om Telolet Om” masih ada segelintir followers yang mencibir kinerja pemerintahan Hendi. “Om Hendi kesejahteraan Om,” tulis pengguna akun @nia_yes2327 yang merujuk pada keadaan masyarakat Kota Semarang yang menurutnya belum sejahtera. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…