Anggota Brimob Polda Metro Jaya menjaga lokasi penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad iqbal) Anggota Brimob Polda Metro Jaya menjaga lokasi penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad iqbal)
Rabu, 21 Desember 2016 16:00 WIB Adib Muttaqin Asfar/Antara/JIBI Peristiwa Share :

5 Bom Diledakkan, Ini Penjelasan Tewasnya 3 Terduga Teroris di Tangsel

Lima bom telah diledakkan di dekat lokasi kejadian. Polisi menjelaskan tewasnya 3 terduga teroris di Tangsel karena mereka hendak melawan aparat.

Solopos.com, TANGERANG SELATAN — Selain mendapatkan lima bom aktif siap ledak, polisi pun menemukan tas ransel berisi peralatan untuk merakit bom di Tangerang Selatan, Banten. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan tewasnya tiga terduga teroris karena tiga orang hendak melawan aparat dengan bom saat hendak ditangkap.

Menurut Tito, saat aparat Densus 88 menggerebek kontrakan tersebut, pelaku tiba-tiba hendak mengaktifkan bom. Penggerebekan berawal dari penangkapan satu orang bernama Adam pada Rabu pagi di Jl. Raya Serpong, Tangsel. Dari situlah terungkap bahwa di rumah kontrakan ada rekan-rekannya yang menyiapkan bom.

“Satu orang ini mengatakan di kontrakan ini ada bom. Saat dilakukan penggeledahan pukul 10.00 WIB tadi di Setu, Tangsel, dia akan mengaktifkan bom. Petugas tidak ambil risiko, maka dilakukan tindakan,” kata Tito, Rabu, seusai mengisi acara stadium general di Untirta, Serang, yang ditayangkan Metro TV.

Tito menjelaskan tindakan aparat yang melakukan penembakan sudah sesuai dengan prosedur. “Ingat tindakan proporsional, tindakan mematikan jika menghadapi ancaman mematikan, otomatis dia melakukan penembakan terhadap 3 orang itu. Lima bom aktif yang sidah siap, sedang dijinakkan [Tim] Jibom.”

“Jadi intinya pengembangan dari yang tersangka yang wanita yang D itu, yang akan melakukan serangan di Jakarta beberapa waktu lalu, bom panci, dari pengembangan itu kemudian diketahui ada satu sel lagi yang akan melakukan serangan di Jakarta,” kata Tito, dikutip Solopos.com dari Okezone.

Bom diletakkan dalam tas dan memang dirancang untuk melekat dengan tas tersebut untuk aksi bom bunuh diri. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan seusai melakukan peninjauan di lokasi kejadian, mengatakan tas ransel tersebut ditemukan dalam proses olah TKP oleh kepolisian di rumah kontrakan di Kelurahan Babakan, Tangerang Selatan.

Dia juga mengatakan ada juga barang bukti lainnya, seperti halnya paralon untuk membuat bom dan sejata tajam. Seluruhnya telah diamankan petugas, termasuk bom aktif yang sedang dalam proses penjinakan oleh petugas.

Sebelummnya, dua bom aktif telah berhasil dijinakkan dengan cara diledakkan. Sempat terdengar dua kali ledakan dari jarak jauh dalam proses tersebut. “Iya, benar sudah ada dua bom telah dijinakkan dan masih ada lagi dan sedang proses,” kata Kapolda. Perkembangan terakhir, bom kelima juga telah diledakkan.

Kepolisian saat ini masih terus menggali informasi dari terduga teroris bernama Adam yang berhasil ditangkap tadi pagi di Jl. Raya Serpong. “Satu pelaku yang berhasil ditangkap tadi pagi, masih dalam proses pengembangan. Karena, terkait juga dengan pengungkapan sebelumnya di Bekasi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto, menuturkan, awalnya tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris bernama Adam di Jl. Raya Serpong. Kemudian tim berupaya mengamankan tiga rekan Adam yang masih berada di kontrakan di Kampung Curug, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Rikwanto mengatakan ada perlawanan dari ketiga terduga teroris yang diketahui bernama Omen, Helmi, dan Irwan saat Densus berupaya mengamankan mereka. Pelaku sudah diminta untuk menyerah, tapi ada perlawanan dari tiga pelaku dengan melempar bom kepada aparat.

Setelah pelemparan bom, terjadi kontak tembak antara pelaku dan Densus. Akhirnya Densus berhasil melumpuhkan para pelaku. Dari pemeriksaan sementara, diketahui bahwa keempatnya berencana melakukan aksi amaliyah (teror) ke pos polisi.

“Mereka punya rencana melakukan amaliyah dalam bentuk penyerangan ke pos polisi dengan lebih dulu melakukan penusukan pada anggota (polisi) yang tengah bertugas dengan tujuan menarik perhatian masyarakat, setelah masyarakat berkumpul, baru pelaku datang bawa bom untuk diledakkan,” tuturnya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Tirtakencana tatawarna, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…