Foto Udara Solopos TV, Interchange pintu keluar/masuk jalan Tol Solo-Kertonoso di wilayah Ngemplak Boyolali. (JIBI/Solopos TV) Ilustrasi tol (JIBI/Solopos TV)
Selasa, 20 Desember 2016 08:10 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
4 Interchange di Karanganyar Untungkan Warga

Tol Solo-Kertosono, empat interchange yang akan dibangun di Karanganyar dinilai sangat menguntungkan warga.

Solopos.com, KARANGANYAR — Empat interchange akan dibangun di tol Solo-Kertosono (Soker) wilayah Kabupaten Karanganyar, yakni di Colomadu, Gondangrejo, dan Kebakkramat.

Keberadaan empat jalur keluar dan masuk tol Soker itu dinilai akan sangat menguntungkan warga di sekitarnya. Interchange tol Soker akan merangsang geliat ekonomi warga.

Pendapat tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karanganyar, Sundoro, saat diwawancarai wartawan di Rumdin Bupati Karanganyar. “Kita [Karanganyar] dapat tiga atau empat interchange jalan tol Soker, di Colomadu, Gondangrejo, dan Kebakkramat. Ini sangat menguntungkan,” ujar dia, belum lama ini.

Sundoro menjelaskan tren kemajuan suatu wilayah tidak bisa lepas dari aksesibilitas terhadap jalur lalu lintas. Karena itulah keberadaan interchange tol Soker sangat menguntungkan warga.

Menurut dia, rencana pembangunan interchange tol Soker sudah diakomodasi dalam draf revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) Karanganyar. “Proses perubahan Perda RTRW dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan perkembangan yang akan terjadi, seperti tol Soker dan infrastruktur lain,” kata dia.

Wilayah Colomadu, Gondangrejo, dan Kebakkramat, menurut Sundoro, merupakan kawasan industri. Dia optimistis investasi akan kian ramai bila interchange sudah bisa digunakan.

Sedangkan untuk daerah yang belum terdampak perkembangan terkini, menurut Sundoro, tetap diakomodasi. Dia mencontohkan kawasan Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, dan Jatiyoso.

Merujuk draf perubahan Perda RTRW kawasan tersebut diperuntukkan usaha peternakan dan industri kecil menengah. “Namanya investasi kan disesuaikan dengan kondisi lahan,” tutur dia.

Sementara untuk kawasan rawan bencana alam di lereng Gunung Lawu, Sundoro menyatakan hanya bisa dilakukan sosialisasi antisipasi bencana alam kepada masyarakat setempat. “Karena bencana itu kan dipicu perilaku masyarakat sendiri. Mereka buat bangunan, tanam sayur, di lereng-lereng. Kami bisanya ya sosialisasi terus menerus ke warga,” tambah dia.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Tol Soker, Waligi, saat dihubungi Solopos.com, Senin, mengatakan interchange yang akan dibuat di Karanganyar berada di empat lokasi. Lokasi tersebut yaitu Desa Ngasem dan Klodran (Colomadu), Wonorejo (Gondangrejo), serta Kemiri (Kebakkramat). Interchange di Ngasem, Klodran, dan Kemiri, sudah dalam proses pembangunan.

Hanya, dia menyatakan tiga jalur interchange tersebut belum selesai sepenuhnya. Sedangkan interchange di Wonorejo, Gondangrejo, sedang dalam tahap pembebasan lahan.

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…