Stefano Lilipaly (Affsuzukicup.com)
Selasa, 20 Desember 2016 23:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Indonesia Share :

Sriwijaya FC Ingin "Pulangkan" Stefano Lilipaly ke Indonesia

Sriwijaya FC kepincut dengan Stefano Lilipaly.

Solopos.com, PALEMBANG – Performa apik Stefano Lilipaly bersama Timnas Indonesia membuat Sriwijaya FC kepincut untuk mendatangkan gelandang berdarah Belanda itu. Lilipaly dinilai menjadi sosok yang tepat untuk menjadi kreator di lini tengah Sriwijaya pada kompetisi musim depan.

Seperti diketahui, PSSI berencana menggelar kompetisi resmi pada Maret 2017 mendatang. Hal itu membuat sejumlah klub memulai persiapan sejak dini, termasuk Sriwijaya FC. Terlebih kompetisi Indonesia Super Competition (ISC) A juga telah usai digelar.

Stefano Lilipaly pun menjadi nama yang paling diinginkan Laskar Wong Kito. Performa pemain 26 tahun itu bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 memang terbilang cemerlang. Bahkan tak jarang dia menunjukkan aksi individu yang berkelas.

Keinginan Sriwijaya untuk mendatangkan Lilipaly itu pun diungkapkan oleh Presiden klub, Dodi Reza Alex. “Kita belum tahu dia mau atau tidak, kita sudah berpengalaman dalam bursa transfer pemain, semua bisa berubah,” ujar Dodi seperti dikutip dari Okezone, Selasa (20/12/2016).

Tak hanya Lilipaly, Sriwijaya juga mengincar pemain naturalisasi lainnya, Irfan Bachdim. Berbeda dengan Lilipaly yang menjadi tulang punggung Indonesia di Piala AFF 2016, Irfan justru harus absen lantaran cedera. Kendati demikian, dia sempat membela Indonesia di sejumlah laga uji coba sebelum ke Piala AFF 2016.

Namun, usaha Sriwijaya untuk mendatangkan Irfan bakal mendapat saingan dari Persib Bandung. Terlebih Persib memiliki sosok Kim Kurniawan yang merupakan adik ipar Bachdim. Kim pun diprediksi bakal jadi senjata Persib untuk merayu Bachdim, apalagi keduanya pernah bermain bersama di Persema Malang.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…