Polisi mengungkap ratusan botol miras yang diduga diedarkan secara ilegal di salah satu kafe di Jl. Monginsidi, Sidorejo, Kota Salatiga, Jateng, Sabtu (17/12/2016) malam. (Facebook.com-Polres Salatiga) Polisi mengungkap ratusan botol miras yang diduga diedarkan secara ilegal di salah satu kafe di Jl. Monginsidi, Sidorejo, Kota Salatiga, Jateng, Sabtu (17/12/2016) malam. (Facebook.com-Polres Salatiga)
Selasa, 20 Desember 2016 19:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

RAZIA SALATIGA
Jelang Tahun Baru, Polisi Salatiga Rampas Ratusan Botol Miras

Razia yang digelar polisi Salatiga menjelang perayaan Tahun Baru 2017 merampas ratusan botol miras sebagai barang bukti kasus peredaran ilegal miras.

Solopos.com, SALATIGA – Polisi anggota Polres Salatiga, Sabtu (17/12/2016) malam, menggelar Razia Cipta Kondisi di beberapa kawasan di Kota Hati Beriman ini. Dalam razia tersebut, polisi merampas ratusan botol minuman keras (miras) dari salah satu kafe di Jl. Monginsidi, Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng).

Ratusan botol miras itu dieampas sebagai barang bukti kasus peredaran ilegal miras. Informasi itu disebarkan Humas Polres Salatiga melalui  akun Facebook resmi Polres Salatiga.

Razia yang dipimpin Kanit Sabhara Polres Salatiga AKP Muhammad Adiel Aristo itu memang rutin digelar untuk meminimalisasi peredaran minuman keras di Kota Salatiga. “Dalam menyambut Tahun Baru, yang biasanya masyarakat merayakan dengan pesta Miras, Polres Salatiga akan lakukan razia secara rutin,” jelas Aristo.

Ia mengungkapkan bahwa razia miras itu juga bertujuan untuk megurangi tindakan kriminal. “Karena miras hanyalah akan merugikan diri sendiri dan orang lain, bahkan tidak menutup kemungkinan akan menjurus hingga perbuatan kriminal,” imbuhnya.

Ia juga berharap para penujual miras di kawasan Salatiga akan jera karena miras yang disita tak akan dikembalikan lagi. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pengedar miras akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Pada razia yang dilaksanakan Sabtu malam itu, Polres Salatiga juga mengerahkan anjing pelacak untuk membantu operasi. Berdasarkan foto yang diunggah ke akun Facebook resmi milik Polres Salatiga itu, terlihat ratusan botol minuman keras berbagai merek yang masih tersimpan di dalam kardus diungkap polisi.

Semenatara itu, berdasarkan informasi yang dikabarkan Tribratanews.polressalatiga.id, hingga Selasa, (20/12.2016), pemilik miras masih berada di Mapolres Salatiga untuk menjalani pemeriksaan. Pemilik miras yang tak disebutkan identitasnya oleh polisi itu terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara karena menjual sesuatu yang sifatnya berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…