Pengantin tukar baju karena mempelai perempuan takut terlihat gemuk (Shanghaiist) Pengantin tukar baju karena mempelai perempuan takut terlihat gemuk (Shanghaiist)
Selasa, 20 Desember 2016 13:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Mempelai Nekat Bertukar Baju Pengantin, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Kisah unik ini terjadi dalam sebuah pernikahan di Sichuan, Tiongkok.

Solopos.com, SICHUAN – Pernikahan unik terjadi di Nanchong, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Alasan pasangan ini bertukar baju juga terbilang unik. Pengantin perempuan Ou Qian merasa gaun pengantin akan membuat dirinya terlihat gemuk. Agar resepsi berjalan lancar, mempelai pria, Wu Shuai, kemudian rela untuk bertukar busana.

Dilansir Shanghaiist, Jumat (16/12/2016), tamu undangan pernikahan tersebut terkejut saat melihat mempelai wanita keluar dengan mengenakan setelan jas tuksedo. Kejutan bertambah saat mempelai pria keluar mengenakan gaun putih.

Wu Shuai bercerita jika di momen-momen akhir sebelum resepsi Ou Qian tidak percaya diri mengenakan gaun pernikahannya. Saat itu Ou meminta tukar busana. Wu yang sempat ragu-ragu dengan rencana itu akhirnya rela berkorban demi istrinya. “Kadang-kadang kamu hanya perlu berada di posisinya [seorang istri]. Itulah kunci kebahagiaan sebuah pernikahan,” ungkap Wu seperti dikutip Shanghaiist.

Wu mengenakan gaun putih, sedangkan Ou mengenakan setelan jas tuksedo (Shanghaiist)

Wu mengenakan gaun putih, sedangkan Ou mengenakan setelan jas tuksedo (Shanghaiist)

Terlepas dari keanehan busana pasangan tersebut, prosesi pernikahan Wu dan Ou berjalan lancar. Wu nampak tak ragu mengenakan gaun pengantin, di sisi lain Ou cocok dengan setelan jas putih hitam.

Pasangan ini pertama kali bertemu pada 2011. Pada waktu itu Ou Qian adalah perempuan kurus yang berat badannya hanya sekitar 40kg. Namun seiring berjalannya waktu, berat badan Ou terus bertambah.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…