Bana Alabbed (Twitter) Bana Alabbed (Twitter)
Selasa, 20 Desember 2016 22:10 WIB Internasional Share :

KRISIS SURIAH
Turki Tawarkan Rumah Baru untuk Bana Alabed "Bintang Medsos" Aleppo

Pemerintah Turki berniat akan membangunkan rumah baru untuk Bana Alabed, netizen cilik asal Aleppo yang menjadi korban krisis Suriah.

Solopos.com, ALEPPO – Bana Alabed bocah perempuan asal Aleppo, Suriah, mencuri perhatian dunia karena sering mengabarkan kondisi perang Suriah melalui cuitannya di akun Twitter @AlabedBana.

Beberapa waktu lalu, Bana, 7, mengabarkan jika lingkungan tempat tinggalnya menjadi medan pertempuran. Semua bangunan, termasuk rumah yang ditinggalinya hancur akibat dibombardir tentara Suriah. Kabar tersebut membuat pemerintah Turki terenyuh dan berencana membangunkan sebuah rumah baru untuknya.

Selama tinggal di pengungsian, Fatemah (ibunda Bana) sempat meminta Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan untuk mengakhiri perang di Aleppo. “Kepada @MevlutCavusoglu dan @rt_erdogan, tolong hentikan perang ini, bawa kami keluar, kami sangat lelah, Fatemah #Aleppo,” tulis Fatemah melalui akun Twitter @AlabedBana, seperti diwartakan Daily Sabah, Senin (19/12/2016).

Fatemah dan Bana Alabed (Middleestobserver.org)

Fatemah dan Bana Alabed (Middleestobserver.org)

Permintaan itu pun ditanggapi oleh Mentri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. Ia mengaku akan bertemu dengan beberapa perwakilan dari negara Iran dan Rusia guna membahas krisis Aleppo.

“Dalam pertemuan ini kami akan mendiskusikan solusi terbaik bagi krisis Aleppo. Saya berharap krisis mengerikan ini akan segera berakhir,” tutur Mevlut Cavusoglu.

Saat ini Bana beserta keluarganya telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman bersama ratusan korban perang lainnya. Setelah berhasil dievakuasi, Bana bercerita tentang pengalamannya berpindah-pindah tempat demi menyelamatkan diri dari perang itu.

Bana mengaku sangat sedih melihat kejadian mengerikan itu. Gadis cilik itu tak menyangka jika tanah kelahirannya akan mengalami nasib mengerikan. Kendati demikian, ia berharap perang akan segera usai dan bisa kembali ke tanah kelahirannya dengan aman dan tentram.

“Rumah kami dibom. Kami selalu berpindah tempat demi menyelamatkan diri. Hidup kami sangat menderita karena perang di Aleppo. Aku melihat pengeboman terjadi di mana-mana. Tapi, alhamdulillah aku berada di sini sekarang. Mereka (pemerintah Turki) berjanji segera menyelesaikan semua kekejaman ini, dan membangunkan rumah untukku, ” tutur Bana. (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)

 

 

 

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…