Lahan seluas 7.400 meter persegi untuk membangun perumahan khusus TKI di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Foto diambil Selasa (20/12/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Lahan seluas 7.400 meter persegi untuk membangun perumahan khusus TKI di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Foto diambil Selasa (20/12/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 20 Desember 2016 12:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KETENAGAKERJAAN MADIUN
Bangun Rumah Khusus TKI, Menaker Datang ke Madiun

Ketenagakerjaan Madiun, Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dakiri, mengunjungi Kabupaten Madiun.

Solopos.com, MADIUN — Menteri Ketenagakerjaan (Manaker), M. Hanif Dakiri, dijadwalkan mengunjungi Desa Karangrejo, Kecamatan wungu, Kabupaten Madiun, Selasa (20/12/2016) siang. Kedatangan Hanif Dakiri ini dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan perumahan bersubsidi Puri Kelapa Gading II di desa setempat.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, Menaker belum hadir hingga pukul 11.00 WIB. Padahal, sesuai Hanif seharusnya tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB. Seratusan warga sudah berada di lokasi tersebut.

Dalam acara itu, Menteri Hanif akan meletakkan batu pertama pembangunan perumahan bersubsidi bagi TKI. Koordinator Peduli Buruh Migran Madiun, Bambang Sujoko, mengatakan lahan untuk membangun perumahan tersebut seluas 7.400 meter persegi. Untuk tahap pertama ada 71 unit rumah yang akan dibangun di lahan tersebut.

Tipe rumah yang akan dibangun yaitu rumah tipe 36 dengan luas tanah 71 meter persegi. Harga rumah tersebut Rp132 juta per unit dengan angsuran 5-20 tahun. “Perumahan ini khusus untuk TKI,” ujar dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…