Kepala Jasa Raharja Sukoharjo, Erwin Setya Negara (ketiga dari kanan), menjenguk korban kecelakaan bus di Rumah Sakit Karima Utama, Kartasura, Senin (19/12/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa) Kepala Jasa Raharja Sukoharjo, Erwin Setya Negara (ketiga dari kanan), menjenguk korban kecelakaan bus di Rumah Sakit Karima Utama, Kartasura, Senin (19/12/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa)
Selasa, 20 Desember 2016 13:40 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Giritontro

PT Jasa Raharja menanggung biaya perawatan korban kecelakaan bus di Giritontro hingga Rp10 juta per orang.

Solopos.com, SUKOHARJO — PT Jasa Raharja (Persero) Sukoharjo akan menanggung biaya perawatan korban kecelakaan tunggal bus Setyarini yang masuk jurang di jalan menurun Dusun Giribelah, Desa Jatirejo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Minggu (18/12/2016) siang lalu.

Nominal biaya perawatan korban bervariasi disesuaikan dengan luka yang diderita. PT Jasa Raharja akan menanggung biaya perawatan maksimal Rp10 juta per orang. Baca juga: Tak Kuat Menanjak, Bus Pelayat Terguling di Wonogiri

Kepala Jasa Raharja Sukoharjo, Erwin Setya Negara, kepada Solopos.com, Senin (19/12/2016), mengaku telah menjenguk para korban yang dirawat di RS Karima Utama, Kartasura, bersama Lurah Gayam, Kecamatan Sukoharjo Havid Danang, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Gayam Santo Widagdo, pemilik bus dan perangkat Kelurahan Gayam.

Didampingi Penanggung Jawab Pelayanan Jasa Raharjo, Sukoharjo, Muchtar Wahyudi, Erwin menjelaskan sejak mendapat kabar kecelakaan tersebut, Minggu, dia langsung datang ke lokasi dan mendatangi rumah sakit Maguan Husada, Pracimantoro, Wonogiri.  “Santunan langsung dibayarkan ke rumah sakit sehingga keluarga korban tidak perlu mengurusnya. Pengurusan administrasi sudah ditangani petugas Jasa Raharja dan rumah sakit. Biaya perawatan korban rawat jalan juga sudah dibayari Jasa Raharja,” katanya.

Erwin mengatakan dari 27 penumpang bus nahas tersebut, yang sempat dirawat inap ada sembilan orang tetapi berkurang menjadi delapan orang. Dari kedelapan orang itu, yang dirawat di RS Karima Utama Kartasura empat orang, RSUD dr. Moewardi, Solo, tiga orang, dan satu orang dirawat di RS Maguan Husada, Pracimantoro, Wonogiri.

“Korban lain sudah pulang. Namun, tadi [Senin] ada enam orang yang masih merasa pusing sehingga dipersilakan datang ke RSUD Sukoharjo untuk mendapatkan perawatan. Biaya perawatan masih menjadi tanggung jawab Jasa Raharja.”

Informasi yang diperoleh Solopos.com, bus Setyarini yang disewa warga Gayam, Sukoharjo, untuk takziyah berombongan mengalami kecelakaan karena rem blong di jalan menurun, Desa Tegalrejo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Minggu sekitar pukul 12.00 WIB. Sopir bus berpelat nomor AD 1554 AB, Muh. Ashuri, 57, warga Jagan, Desa Kalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, juga menderita patah tulang.

Lurah Gayam, Havid, mengatakan LPM Gayam juga memberikan bantuan kepada para korban. “Ada enam korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit. Kedatangan kami bersama pengurus LPM dan perangkat Kelurahan Gayam sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah,” katanya.

Havid mengapresiasi langkah jasa raharja yang ikut menjenguk korban kecelakaan dan menjanjikan santunan Rp10 juta per orang. “Hari ini, LPM Gayam juga menyerahkan bantuan sosial terhadap korban kecelakaan kepada tiga orang dan Selasa akan menyerahkan bantuan lagi,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR SURYAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…