Kegiatan sosialisasi Peningkatan Kepatuhan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Rumah Makan Pring Sewu, Kamis (8/12/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Kegiatan sosialisasi Peningkatan Kepatuhan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Rumah Makan Pring Sewu, Kamis (8/12/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 20 Desember 2016 22:55 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

BPJS KETENAGAKERJAAN
Tenang, Kecelakaan Kerja Bisa Ditangani di Puskesmas

BPJS Ketenagakerjaan, layanan kecelakaan kerja diperluas.

Solopos.com, SLEMAN– Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, dapat langsung ditangani oleh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Langkah tersebut dilakukan sebagai pertolongan pertama agar penanganan kecelakaan kerja dapat segera dilakuka

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan DIY Moch. Triyono mengatakan,  kebijakan tersebut untuk memperluas pelayanan kesehatan bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja.

“Jika terjadi kecelakaan kerja, Puskesmas bisa langsung melayaninya. Kami bekerjasama dengan 25 Puskesmas di Sleman, ini yang kedua setelah Bantul di 18 Puskesmas,” katanya kepada Solopos.com, Senin (19/12/2016)

Menurutnya, penanangan kecelakaan di Puskesmas tidak ada perbedaan dengan di rumah sakit. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja mendapat perawatan kelas satu tanpa dibatasi biaya. Jika Puskesmas tidak bisa menangani dan membutuhkan penanganan lanjutan, lanjut Tri, pekerja bisa dirujuk ke rumah sakit.

“Fungsi penanganan kecelakaan kerja di Puskesmas adalah pertolongan pertama. Kalau tidak mampu, Puskesmas bisa merujuk ke rumah sakit,” tandasnya.

Tri menjelaskan, kebijakan tersebut untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kewenangan tersebut, katanya, tidak akan tumpang tindih dengan BPJS Kesehatan.

“Kami akan selalu berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait benafit yang diberikan. Kalau memang kecelakaan kerja, kami yang menangani. Demikian sebaliknya. Semua berjalan sesuai standar operasional prosedur,” tukasnya,

Hingga kini, lanjut Tri, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah DIY mencapai 202.000 peserta aktif dari 5.500 perusahan. Jumlah tersebut, termasuk peserta informal di mana jumlanya mencapai 16.000 peserta. Pihaknya akan terus meningkatkan kepesertaan demi melindungi pekerja dan masyarakat dari potensi kecelakaan kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan, seluruh Puskemas di Sleman saat ini sudah terakreditasi. Hal itu menunjukkan jika Dinkes siap bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menangani pasien BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja dapat ditangani di Puskesmas. Apalagi dari 25 Puskesmas yang ada, lima di antaranya yakni Puskesmas Kalasan, Ngemplak 1,  Sleman, Mlati 2 dan Minggir melayani rawat inap, ibu hamil dan melahirkan.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Mafilinda.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…