Ilustrasi Facebook Whatsapp (phonearena.com) Ilustrasi Facebook Whatsapp (phonearena.com)
Selasa, 20 Desember 2016 21:30 WIB Yustinus Andri/Reuters/JIBI Internet Share :

Ambil Data Nomor Pengguna Whatsapp, Facebook Terancam Denda

Facebook terancam denda senilai 1% omzet perusahaan itu karena kebijakan yang memungkinkan mengambil data nomor pengguna Whatsapp.

Solopos.com, BRUSSEL — Komisi Eropa menyatakan Facebook Inc. telah memberikan informasi yang menyesatkan selama proses pengambilalihan WhatssApp pada 2014. Hal ini terkait kebijakan Whatsapp yang membagikan data nomor telepon penggunanya kepada Facebook.

Hal tersebut berpotensi membuat Facebook berpotensi terkena denda hingga 1% dari omsetnya pascamerger. Namun demikian, Komisi Eropa menyatakan putusan tersebut tidak akan menganulir persetujuan atas aksi korporasi Facebook kepada WhatsApp.

Temuan ini muncul setelah Komisi Eropa melakukan penyelidikan atas perubahan kebijakan privasi WhatsApp pada Agustus lalu. Perusahaan penyedia layanan pengiriman pesan itu akan mengubah kebijakan privasinya dengan membagi nomor telepon penggunanya kepada Facebook, dengan sepengetahuan sang pengguna.

“Dalam hal ini, kami mengirimkan nota keberatan kepada Facebook. Pasalnya, dalam kesepakatan awal merger, keduanya berjanji tidak akan melakukan pertukaran data pengguna WhatsApp dan Facebook,” tulis Komisi Eropa dalam keterangan resminya, Selasa (20/12/2016).

Komisi Eropa mengatakan mereka khawatir kedua perusaaan sengaja melanggar kesepakatan dan aturan yang telah dibuatnya tersebut. Di sisi lain, otoritas tersebut juga masih membuka kesimpulan kedua perusahaan itu melakukan kelalaian yang tak disengaja.

Facebook memiliki waktu hingga 31 Januari untuk menanggapi pertanyaan dan temuan dari Komisi Eropa. Jika benar hal itu disengaja dilakukan, maka denda 1% atas omset perusahaan sejak melakukan merger akan diberikan oleh otoritas tersebut.

Sebelumnya, Komisi Eropa meminta para pengguna Whatsapp di Eropa untuk menjaga data pribadi mereka. Otoritas ini juga meminta kepada perusahaan penyedia layanan pesan gratis tersebut untuk menjaga kerahasiaan data pengguna setelah mengubah kebijakan privasinya.

“Hal ini meningkatkan kekhawatiran kami pada perlindungan data jutaan warga dan banyak pengguna aplikasi ini,” ungkap Lembaga Perlindungan Data Italia.

Sementara itu, The Electronic Privacy Information Center and the Center for Digital Democracy (EPIC) juga mendesak kedua perusahaan memastikan kebijakan barunya itu mendapatkan persetujuan dari konsumen.

“WhatsApp membuat komitmen untuk penggunanya, kepada Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat dan otoritas privasi di seluruh dunia untuk tidak mengungkapkan data pengguna ke Facebook. Namun kini mereka telah merusak komitmen itu,” kata Marc Rotenberg, Presiden EPIC.

Sejumlah pihak menilai kebijakan baru ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Facebook untuk meraup keuntungan dari pengiklan melalui para pengguna WhatsApp. Akan tetapi, para pengamat melihat kebijakan ini akan membuat para pengguna merasa terganggu dan berpeluang meninggalkan aplikasinya. Di sisi lain, pendapatan perusahaan akan semakin besar karena pengiklan akan semakin tertarik beriklan.

Dalam kasus ini, FTC juga berhak untuk memberikan denda dan sanksi kepada Facebook apabila terbukti melakukan penipuan dan dengan sengaja menyebarkan informasi pengguna kepada publik. Sementara itu, WhatsApp mengatakan, bahwa kebijakan baru ini telah disesuaikan dengan hukum yang berlaku. Para pengguna pun memiliki kontrol penuh atas penggunaan data yang dimilikinya.

lowongan kerja
lowongan kerja SPBU ARDIFA GRUP, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

Leave a Reply



sepatu1

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…