Game2 Winteer (vk.com) Game2 Winteer (vk.com)
Selasa, 20 Desember 2016 15:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Acara TV Ini Seperti Hunger Games Dunia Nyata

Pembunuhan dan pemerkosaan bisa terjadi selama acara Game2: Winter.

Solopos.com, MOSKOW — Sebuah serial online asal Moskow, Rusia menjadi subyek pemberitaan media daring internasional. Reality show berjudul Game2: Winter itu disebut permainan Hunger Games di dunia nyata. Aturan permainan Game2: Winter memungkinkan peserta dibunuh atau diperkosa.

Dilansir Deadline, Kamis (15/12/2016), Game2: Winter merupakan serial online buatan pengusaha kaya asal Rusia, Yevgeny Pyatkovsky. Sebagai pendana utama acara tersebut Yevgeny merogoh kocek sebesar US$16,2 juta atau setara dengan Rp217 miliar.

Reality show ini akan diikuti oleh 30 pria dan 30 wanita. Mereka akan ditinggalkan di hutan siberia seluas 900 hektare. Di situ mereka akan bertahan hidup selama sembilan bulan. Daerah tersebut bisa memiliki suhu udara -40 derajat celcius, lengkap dengan kehidupan liar dalam hutan.

Cara bertahan hidup dipermainan ini memperbolehkan segala cara. Berkelahi, membunuh, memperkosa, dan konsumsi alkohol diperbolehkan dalam permainan ini. Bahkan dalam iklan resmi serial online ini dinyatakan pemain bisa menderita cacat permanen atau terbunuh.

Pengelola acara menegaskan para peserta terlebih dahulu sudah menandatangani persetujuan mengenai bahaya yang bisa ditimbulkan dengan mengikuti permainan itu. Tak hanya itu, pemain juga tidak bisa menuntut penyelenggara mengenai kerugian yang mereka alami selama acara.

Mengenai tindak kriminal yang bisa dilakukan selama permainan, pengelola menegaskan jika ada peserta yang melanggar hukum akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi akan tetap datang ke lokasi permainan jika ada tindak kejahatan terjadi. “Kami berada di wilayah Rusia, sehingga kami akan mematuhi aturan negara ini,” ungkap pengelola seperti dikutip Deadline.

Untuk mengikuti permainan ini peserta dikenai biaya US$165.000 atau sekitar Rp2.2 miliar. Selain itu peserta juga bisa mengikuti acara dengan cara ikut serta dalam voting online yang diselenggarakan pengelola.

Menurut keterangan Yevgeny, pada 18 November 2016 peserta sudah berjumlah 32 orang, salah satunya warga Amerika Serikat. Beberapa hari setelahnya, kuota 60 peserta sudah terpenuhi.

Meski persiapan sudah dimulai sejak November 2016, serial online ini baru akan dimulai 1 Juli 2017 hingga 1 April 2018. Tidak akan ada kru film di area permainan, 2.000 kamera akan mengabadikan momen-momen permainan tersebut.

Sebelum memulai permainan tiap peserta akan mengikuti pelatihan bertahan hidup selama beberapa pekan. Yevgeny menegaskan diperlukan 30 menit perjalanan menggunakan helikopter untuk mencapai lokasi permainan.

Untuk menciptakan interaksi dengan penonton, peserta bisa meminta penonton untuk memberikan benda yang dibutuhkan peserta. Setiap pekan, melalui donasi penonton barang itu akan dikirim ke lokasi permainan.

Peserta yang tidak kuat atau merasa berada dalam bahaya bisa keluar kapan saja dari permainan ini. Peserta akan bersaing memperebutkan hadiah sebesa US$1,6 juta atau sekitar Rp21,4 miliar.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…