Sopir angkot memarkir angkotnya di badan jalan, Sabtu (17/12/2016) pagi, sebagai aksi protes terhadap sistem satu arah yang diterapkan di Jl. Pemuda dan Jl. Brigjen Sudiarto, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Margono Sbm) Sopir angkot memarkir angkotnya di badan jalan, Sabtu (17/12/2016) pagi, sebagai aksi protes terhadap sistem satu arah yang diterapkan di Jl. Pemuda dan Jl. Brigjen Sudiarto, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Margono Sbm)
Senin, 19 Desember 2016 07:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

TRANSPORTASI SEMARANG
Ambarawa Terapkan Sistem Satu Arah, Sopir Angkot Protes, Netizen Bereaksi

Transportasi di Ambarawa, Kabupatem Semarang kini menganut istem satu arah, khususnya di Jl. Pemuda dan Jl. Brgjend Sudiarto.

Solopos.com, UNGARAN – Puluhan sopir angkutan kota (angkot) Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (17/12/2016) pagi, melakukan aksi protes. Mereka menolak diberlakukannya sistem satu arah (SSA) di Jl. Pemuda dan Jl. Brigjen Sudiarto.

Puluhan awak transportasi Kabupaten Semarang itu menutup jalur di kedua jalan tersebut dengan memarkir angkot mereka di badan jalan. Aksi para sopir angkot itu tak pelak memancing reaksi publik pengguna Internet (netizen) di media sosial Facebook.

Pengguna akun Facebook Hani Lukman Hakim mengunggah sebuah foto ke dinding grup Facebook Ambarawa yang menunjukkan beberapa angkot yang justru menutupi badan jalan. Dalam keterangan fotonya, ia mengeluhkan kejadian tersebut. Menurutnya aksi protes yang dilakukan para sopir angkot itu justru membuat suasana di kawasan Ambarawa tidak nyaman.

Sementara itu, pengguna akun Ronny E Wibowo justru menyalahkan pihak Dishubkominfo karena telah menerapkan SSA di kedua jalur jalan tersebut. Ia menganggap SSA yang diterapkan di Jl. Pemuda dan Jl. Brigjen Sudiarto justru akan menyebabkan kemacetan lalu lintas di Ambarawa semakin parah.

Sedangkan di grup lain, seperti grup Ambarawa Tercinta, hal terkait penerapan SSA itu juga menjadi bahan gunjingan yang hangat. Pengguna akun Facebook Mbah Nur menilai seluruh aturan yang diterapkan oleh pihak berwenang pasti sudah diperhitungkan sebelumnya. Ia juga mengungkapkan bahwa jika Ambarawa ingin menjadi daerah yang maju, maka masyaraktnya harus senantiasa menaati peraturan yang dibuat pihak berwenang.

Berdasarkan pantauan Semarangpos.com, Hingga Sabtu (17/12/2016) pukul 15.15 WIB, penerapan SSA di Jl. Pemuda dan Jl. Brigjen Sudiarto itu masih terus diperbincangan netizen di beberapa grup Facebook. Ungkapan pro dan kontra dari para netizen Ambarawa juga masih bergulir di beberapa kiriman grup maupun di dinding pribadi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…