Ilustrasi proyek pembangunan tol Solo-Kertosono (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi proyek pembangunan tol Solo-Kertosono (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 19 Desember 2016 16:40 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
Penyelesaian Tol Soker Dipastikan Molor dari Target

Tol Solo-Kertosono, pengerjaan pembangunan tol Soker dipastikan tidak selesai sesuai target April 2017.

Solopos.com, BOYOLALI — Pengerjaan proyek tol Solo-Kertosono (Soker) ruas Klodran-Sragen dipastikan tak selesai sesuai target April 2017. Salah satu penyebabnya, pembebasan lahan diprediksi baru bisa kelar pada Juni-Juli 2017.

“Pembebasan lahan tercepat itu Maret 2017. Itu belum yang termasuk konsinyasi dan lain-lainnya. Jadi, prediksi kami ya Juni-Juli baru selesai pembebasan tanahnya,” ujar Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Soker, Waligi, saat dihubungi Solopos.com, Senin (19/12/2016).

Saat ini, jelas Waligi, BPN baru membentuk tim identifikasi lahan-lahan tambahan yang akan dibebaskan. Sesuai regulasi, kata dia, petugas memiliki waktu maksimal 30 hari untuk melakukan identifikasi dan menyampaikan pengumuman.

Sekitar 14 hari digunakan untuk observasi dan pengukuran. Sementara 14 hari lagi untuk penyampaian hasil identifikasi kepada warga terdampak mulai dari Kecamatan Ngemplak hingga Banyudono. “Jika lancar dan tak ada masalah, baru dilakukan penghitungan oleh tim appraisal. Petugas diberi waktu 14 hari lagi,” papar dia.

Tim appraisal, sambung Waligi, akan menyosialisasikan kepada warga selama 14 hari lagi setelah menghitung harga tanah. Jika tak ada masalah lagi, baru dilakukan pembayaran. “Nah, jatah waktu ini saja sudah memakan sampai akhir Februari 2017. Jika ditambah warga yang keberatan dan menolak, berarti prosesnya akan makan waktu lagi.”

Atas hal itulah, Waligi memastikan pembebasan lahan belum bisa diselesaikan bersamaan dengan target penyelesaian tol Soker Klodran-Sragen, April 2017. Padahal, proyek pembangunan tak bisa dilakukan selama proses pembebasan belum kelar. “Regulasi kita memang menuntut seperti itu bahwa semua proses pembebasan lahan untuk kepentingan umum harus ada transparansi kepada warga,” paparnya.

Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Tol Soker, Bedru Cahyono, mengatakan tercapai dan tidaknya target itu sangat tergantung dari masalah nonteknis di lapangan, salah satunya pembebasan lahan. Selama ini, kata dia, molornya proyek tol lebih banyak disebabkan faktor nonteknis. “Kalau pembangunan, kami siap kebut kapan pun. Tapi, jika tanahnya belum bebas, apa ya bisa kami kerja?” ujarnya.

Sesuai rencana, kata Bedru, April 2017 adalah target penyelesaian tol Soker mulai Klodran-Sragen. Adapun akhir 2017 hingga awal 2018 adalah target penyelesaian tol Soker Ngasem-Sragen. “Kendala cuaca memang ada, tapi tak signifikan. Yang paling signifikan ialah kendala nonteknis, seperti tanah belum bebas,” ujarnya.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Nasib Pengarang pada Hari Lebaran

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Rabu (21/6/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang penulis novel dan cerita pendek yang tinggal di Sleman, DIY. Alamat email penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Ada sajak pendek Sitor Situmorang berbunyi: Malam Lebaran / bulan…