Menag Lukman Hakim Syaifudin (Kemenag.go.id) Menag Lukman Hakim Syaifudin (Kemenag.go.id)
Senin, 19 Desember 2016 20:30 WIB Lili Sunardi/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Soal Fatwa MUI, Menteri Agama Minta Tak Ada Sweeping

Menteri Agama meminta tak ada sweeping terkait Fatwa MUI soal atribut keagamaan non-muslim.

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan sweeping dan saling menghormati kepercayaan yang dianutnya masing-masing.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakin Saifuddin mengatakan Indonesia mwmikiki keberagaman suku dan agama. Untuk itu, semua pihak harus bisa menghargai anggota masyarakat yang merayakan Natal, karena agama yang diyakininya.

“Indonesia ini beragam, terdiri dari banyak agama. Harapan kami, semua pihak bisa menghargai dan menghormati masyarakat yang merayakan natal karena keyakinannya,” katanya, Senin (19/2/2016).

Lukman menuturkan seharusnya tidak ada pihak yang melakukan sweeping atribut keagamaan karena bertentangan dengan aturan yang berlaku. Masyarakat seharusnya menyerahkan persoalan dugaan pemaksaan penggunaan atribut keagamaan kepada penegak hukum untuk diproses lebih lanjut.

Menurutnya, sikap saling menghormati dibutuhkan oleh seluruh anggota masyarakat agar seluruh perayaan keagamaan dapat dilakukan dengan baik. “Jika ada hal yang bertentangan dengan hukum, biarlah aparat yang bertindak atas nama hukum. Seluruh kewajiban dan tindakan warga negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar kabar adanya aksi sweeping yang dilakukan organisasi masyarakat keagamaan di Surabaya, Jawa Timur. Ormas tersebut mendatangi setidaknya tujuh pusat perbelanjaan untuk menyosialisasikan Fatwa MUI No. 56/2016 tentang Hukum Penggunaan Atribut Keagamaan Non-Muslim di Mal dan Pusat Perbelanjaan.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…