Ilustrasi serangan kera. dokJIBI/SOLOPOS Ilustrasi serangan kera. dokJIBI/SOLOPOS
Senin, 19 Desember 2016 19:16 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

Rusak Tanaman dan Bunuh Cempe, Hewan Misterius Resahkan Warga Kalijambe Sragen

Warga Kalijambe, Sragen, dibuat resah dengan ulah hewan misterius yang merusak tanaman jagung dan kacang di kebun.

Solopos.com, SRAGEN — Warga Dusun Karangnongko, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Sragen, dibuat resah dengan ulah hewan yang belum diketahui jenisnya. Selain membabat habis tanaman jagung dan kacang, hewan misterius itu juga memakan sejumlah unggas hingga cempe atau anak kambing yang baru lahir.

Setidaknya sudah ada lima cempe yang ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan. Isi perut cempe-cempe itu terburai. Sebagian warga menduga hewan itu adalah kera ekor panjang. Namun, jika kera bukan jenis karnivora yang memakan daging.

“Yang dimakan hewan itu adalah jerohan cempe, terutama bagian hatinya. Kemungkinan darahnya juga diisap karena ceceran darahnya tidak banyak. Terakhir yang menjadi korban adalah cempe milik saya, kemarin [Minggu, 18/12/2016]. Padahal, cempe itu baru berusia sehari,” kata Ketua RT 011, Dusun Karangnongko, Dawam, saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Senin (19/12/2016).

Dawam menduga hewan yang merusak tanaman itu adalah kera ekor panjang yang dalam setahun terakhir kerap muncul. Menurutnya, kera itu sudah sangat mengganggu petani setempat. Warga sudah kerap melihat kera berwarna putih keabu-abuan itu.

Warga sudah berusaha membunuh kera itu dengan buah pisang yang sudah dilumuri racun. Namun, upaya warga tidak membuahkan hasil. Kera itu masih kerap muncul sebagai pengganggu.

“Kera itu menyukai wanita. Saat ada wanita, dia malah mendekat. Tapi saat ada pria, kera itu lari ke kebun saya yang jarang dijamah orang,” terang Dawam.

Marinah, 55, mengaku jengkel dengan ulah kera yang kerap merusak tanaman jagung dan kacang tanah miliknya. Dia kerap melihat kera itu memakan jagung yang masih muda dan kacang tanah. “Saya tidak bisa menunggui sawah tiap hari. Karena kera itu, hasil panen tidak maksimal,” kata Marinah.

Kabar munculnya kera yang mengganggu warga Karangnongko terdengar hingga ke telinga Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peternakan Kalijambe Mirwan dan Kasi Trantib Kalijambe Agus Subagya. Sejumlah polisi hutan (polhut) dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Soloraya juga datang pada Senin siang untuk meminta keterangan warga dan mengecek lokasi munculnya kera itu.

“Kera ekor panjang itu seharusnya hidup berkelompok. Kalau dia sendiri, kemungkinan itu kera yang lepas dari peliharaan orang. Tapi, sifat dasar kera itu bukan pemakan daging. Kalau warga mengatakan kera itu memakan ayam hingga cempe, itu butuh pembuktian dan kajian yang mendalam. Ada kemungkinan hewan buas itu bukan kera karena binatang ini tidak termasuk karnivora,” terang Slamet, polhut dari BKSDA Soloraya.

Jika benar hewan buas itu kera, Mirwan meminta warga sekitar menangkapnya dengan jaring. Bila tidak bisa ditangkap, kera itu bisa diusir dari kebun dengan menggunakan bunyi-bunyian atau suara bising kentungan.

“Suara kentungan yang dipukul bertalu-talu itu akan membuat kera tidak nyaman sehingga akan pergi meninggalkan lokasi dengan sendirinya,” papar Mirwan.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…