Polusi udara Tiongkok, Sabtu (17/12/2016). (Reuters) Polusi udara Tiongkok, Sabtu (17/12/2016). (Reuters)
Senin, 19 Desember 2016 02:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internasional Share :

Polusi Udara Parah, Pemerintah Beijing Tutup 1.200 Pabrik

Pemerintah Beijing meminta 1.300 pabrik tutup mengingat polusi udara yang kian parah.

Solopos.com, BEIJING – Pemerintah Tiongkok bergelut melawan polusi udara yang kian parah. Ancaman kesehatan pun mengintai warga yang tinggal di kota-kota besar. Guna mengantisipasi semakin pekatnya asap polusi, Pemerintah Kota Beijing memerintahkan 1.200 pabrik tersebut tutup atau mengurangi polusi.

Perusahaan tersebut termasuk kilang minyak yang dijalankan perusahaan minyak utama negara Sinopec dan sebuah industri pangan Cofco. Otoritas lingkungan mengeluarkan tanda bahaya yang dimulai pada Jumat (16/12/2016) malam, dan akan berlangsung hingga Rabu (21/12/2016) mendatang, setelah peringatan dari kabut bercampur asap yang meluas di utara Tiongkok.

Kantor Berita Antara, Sabtu, mengabarkan imbauan tersebut juga berarti pembatasan lalu lintas dan pekerjaan konstruksi serta anjuran untuk sekolah-sekolah, rumah sakit, dan perusahaan.

Pemerintah kota mengatakan dalam sebuah pernyataan kilang Yanshan milik Sinopec yang berproduksi 10 juta ton per tahun, pabrik baja Shougang Group dan pabrik milik Cofco yang membuat mi instan dan biskuit, berada di antara 500 perusahaan yang telah diperintahkan untuk membatasi produksi.

Otoritas itu juga mencantumkan 700 perusahaan yang harus menghentikan sementara pekerjaannya secara keseluruhan.

Diketahui nilai polutan dalam indeks kualitas udara (AQI) diperkirakan mencapai angka 200 selama lebih dari empat hari berturut-turut, angka itu melebihi nilai selama lebih dari dua hari yang berada pada angka 300 atau melampaui nilai yang terekam selama setidaknya 24 jam di angka 500. AQI di Beijing sendiri pada Sabtu (17/12/2016) mencapai angka 120.

 

 

Lowongan Pekerjaan
Lowongan PERSONALIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…