Para pemain Timnas Indonesia merayakan gol (Okezone) Para pemain Timnas Indonesia merayakan gol (Okezone)
Senin, 19 Desember 2016 22:00 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Internasional Share :

PIALA AFF 2016
Indonesia Kalah, Tapi Jadi Raja Statistik

Piala AFF 2016 diwarnai dengan Indonesia yang menjadi runner up.

Solopos.com, SOLOIndonesia memang gagal memboyong gelar perdana Piala AFF setelah dikalahkan Thailand. Namun performa Tim Garuda di ajang itu tetap patut diacungi jempol.

Boaz Solossa dkk. bahkan mencatatkan diri sebagai yang terbaik di sejumlah data statistik. Mayoritas adalah statistik positif, tapi ada pula statistik negatif seperti pelanggaran terbanyak. Berikut analisis data statistik seperti dihimpun Lab Bola, Minggu (18/12/2016).

Boaz Solossa – tembakan ke gawang terbanyak (11)

Boaz menjadi pemain dengan jumlah tembakan ke gawang terbanyak, yakni 11 kali. Angka tersebut unggul atas Aung Thu (Myanmar, 10) dan top scorer kompetisi, Teerasil Dangda (Thailand, 9). Dari 11 tembakan ke gawang tersebut, Boaz mampu mencetak tiga gol bagi Timnas Indonesia.

Rizky Rizaldi Pora – assist terbanyak (4)

Sayap kiri yang bermain untuk Barito Putera ini berperan dalam lima dari total 12 gol Indonesia di AFF 2016, yakni empat assist dan satu gol. Catatan assist-nya sejajar dengan Theerathon Bunmathan (Thailand). Rizky memberi assist untuk dua gol Hansamu Yama, satu gol Boaz Solossa, dan satu gol Stefano Lilipaly. Sementara catatan satu golnya ia cetak pada final leg pertama.

Kurnia Meiga Hermansyah – penyelamatan terbanyak (23)

Status “kiper tersibuk” di Piala AFF 2016 pantas disematkan kepada Kurnia Meiga. Dari total tujuh laga yang dimainkan, penjaga gawang Arema Cronus ini total melakukan 23 penyelamatan, atau sekitar tiga penyelamatan per pertandingan. Salah satu penyelamatan krusialnya terjadi di final leg kedua, di mana ia berhasil mengagalkan penalti Teerasil Dangda.

Sayang meski sering berjibaku menghalau tembakan, gawang Meiga selalu berhasil dijebol lawan sejak fase grup. Bersama Kamboja, Indonesia menjadi dua tim di AFF 2016 yang tidak punya catatan clean sheet.

Fachrudin Wahyudi Aryanto – intersep dan sapuan terbanyak (27 dan 58)

Pemain asal Klaten ini juga dapat dinobatkan sebagai “bek tersibuk” di Piala AFF 2016. Rapor CTI (clearance, tackle, and interception) Fachrudin merupakan yang terbanyak dibanding pemain-pemain lain. Ia tercatat melakukan 58 sapuan, 17 tekel sukses, dan 27 kali intersep, di mana catatan sapuan dan intersepnya menjadi yang tertinggi di turnamen kali ini. Satu hal yang kurang dari penampilan Fachrudin adalah clean sheet.

Beny Wahyudi – tekel sukses terbanyak (27)

Dengan gaya bermain pragmatis yang mengandalkan serangan balik, peran full back dalam menghalau serangan lawan dari sisi sayap menjadi sangat vital. Beny menjalankan perannya tersebut dengan cukup baik. Dia berhasil melakukan tekel sukses sebanyak 27 kali, yang menjadi catatan tertinggi di kompetisi.

Bek kanan Arema Cronus ini juga punya catatan 1 assist. Dua catatan tersebut yang mungkin, membuat komentator Fox Sports, Shebby Singh, sempat berkata bahwa Beny lebih baik dari seorang Gary Neville.

Boaz Solossa – paling sering terjebak offside (10)

Strategi counter attack yang dicanangkan Alfred Riedl mengharuskan para penyerang Indonesia selalu sigap dalam melakukan serangan balasan. Namun lini depan Tim Garuda kerap gagal menetapkan timing yang tepat untuk menerima umpan terobosan sehingga membuat Indonesia menjadi tim yang paling sering terjebak offside (22 kali). Sepuluh kejadian kejadian offside di antaranya dialami oleh Boaz Solossa, yang juga menjadi angka tertinggi di turnamen.

Bayu Pradana – pelanggaran terbanyak (17)

Duel menjadi “makanan sehari-hari” bagi pemain yang ditempatkan di sektor tengah lapangan. Tidak jarang, duel tersebut harus berakhir dengan pelanggaran. Indonesia menjadi tim yang paling sering melakukan pelanggaran di AFF 2016, dengan total 106 pelanggaran, atau rata-rata 15 pelanggaran per pertandingan.

Gelandang asal tim Mitra Kukar, Bayu Pradana Andriatmoko, menjadi pemain dengan jumlah pelanggaran terbanyak di kompetisi, dengan total 17 pelanggaran. Hebatnya, meski sering melakukan pelanggaran, Bayu tidak pernah menerima kartu kuning.

lowongan kerja
lowongan kerja klinik pratama White Rose, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…