Polisi turun tangan menangani Jasad bayi mengapung di Kali Bodri, Desa Taruman, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jateng, Sabtu (17/12/2016). (Facebook.com-Zurye Annuer Maulana) Polisi turun tangan menangani Jasad bayi mengapung di Kali Bodri, Desa Taruman, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jateng, Sabtu (17/12/2016). (Facebook.com-Zurye Annuer Maulana)
Senin, 19 Desember 2016 10:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENEMUAN BAYI KEDAL
Jasad Bayi Mengapung di Kali Bodri, Warga Heboh

Penemuan jasad bayi di aliran Kali Bodri membuat warga Kendal gempar.

Solopos.com, KENDAL – Jasad bayi perempuan ditemukan mengapung di Kali Bodri yang melintas di Desa Taruman, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (17/12/2016). Insiden pembuangan bayi di sungai desa itu sontak membuat warga sekitar berbondong-bondong mendatangi Kali Bodri.

Warga berbondong-bondong menonton jasad bayi mengapung di Kali Bodri, Desa Taruman, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jateng, Sabtu (17/12/2016). (Facebook.com-Zurye Annuer Maulana)

Warga berbondong-bondong menonton jasad bayi mengapung di Kali Bodri, Desa Taruman, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jateng, Sabtu (17/12/2016). (Facebook.com-Zurye Annuer Maulana)

Infomasi itu dipaparkan beberapa saksi mata di grup Facebook Liputan Kendal Terkini. ?Pengguna akun Zurye Annuer Maulana? mengunggah foto jasad bayi yang sudah pucat mengapung di Kali Bodri.

Belum diketahui penyebab bayi itu tewas dan terapung di Kali Bodri. Pengguna akun Zurye Annuer Maulana? menduga bayi tersebut dibuang oleh orang tuanya ke Kali Bodri, namun dugaan tersebut belum terbukti.

Polisi setempat lantas mengevakuasi jasad bayi tersebuit dari Kali Bodri. Kasus penemuan jasad bayi perempuan itu membuat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan untuk melihat proses evakuasi. Pihak polisi yang mengevakuasi jasad bayi itu masih mendalami kasus tersebut.

Publik pengguna Internet (netizen) yang tergabung dalam grup Liputan Kendal Terkini pun lantas melontarkan cibiran kepada orang tua bayi tersebut karena dianggap telah membuangnya. Ucapan kasar dan kata-kata kotor pun tak segan mereka lontarkan meskipun sebab tewasnya bayi itu belum diketahui. “Ya Allah. kok tega banget sich,” tulis pengguna akun Ibue Zidanie merujuk pada orang tua bayi yang ditemukan itu. (Ginanjar saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Kampung

Gagasan ini dimuat Harian Solopos, Kamis (15/6/2017), karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan perkotaan. Solopos.com, SOLO–Ramadan datang membawa ingatan nostalgia atas peristiwa hidup di kampung. Bertahun-tahun lalu warga kampung di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo,…