JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Penguna jalan terjebak dalam kemacetan di kawasan Pasar Beringharjo tepatnya di Jalan Pabringan, Jogja, Minggu (19/6). Dua minggu menjelang perayaan Lebaran dimanfaatkan warga untuk berbelanja kebutuhan Lebaran seprti baju dan sembako. Kemunculan parkir liar di jalan tersebut memperburuk kemacetan di kawasan pasar tradisional tersebut. JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi Penguna jalan terjebak dalam kemacetan di kawasan Pasar Beringharjo tepatnya di Jalan Pabringan, Jogja, Minggu (19/6). Dua minggu menjelang perayaan Lebaran dimanfaatkan warga untuk berbelanja kebutuhan Lebaran seprti baju dan sembako. Kemunculan parkir liar di jalan tersebut memperburuk kemacetan di kawasan pasar tradisional tersebut.
Senin, 19 Desember 2016 06:40 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

NATAL DAN TAHUN BARU
Dinas Perhubungan Jogja Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan besok, Selasa (20/12/2016).

Solopos.com, JOGJA-Dinas Perhubungan Kota Jogja bersama kepolisian akan melakukan rekayasan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di kota untuk mengurai kepadatan kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru. Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan besok, Selasa (20/12/2016)

“Rekayasa lalu lintas dengan memasang pembatas jalan akan kita pasang tanggal 20 Desember besok,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Kota Jogja, Golkari Made Yulianto, saat dihubungi Minggu (18/12)

Golkari mengatakan sejumlah ruas jalan yang akan dipasang pembatas jalan di antaranya Jalan Senopati, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Abu Bakar Ali, dan Jalan Mangkubumi (Jalan AM Sangaji). Ruas jalan tersebut diakui Golkari menjadi langganan kepadatan karena banyak kendaraan dan pejalan kaki yang memotong jalan.

Selain itu pihaknya juga sudah memasang papan petunjuk arah di beberapa titik agar kendaraan tidak semua masuk ke dalam kota, terutama kendaraan-kendaraan yang hanya sekadar melintas, “Kita alihkan ke jalur alternatif,” katanya. Petunjuk arah di antaranya di pasang di Simpang Wirobrajan dan Simpang SGM, Simpang Empat Pingit, dan Simpang Pojok Benteng (Jokteng) Wetan Jalan Parangteritis.

Lebih lanjut Golkari mengatakan upaya memperlancar lalu lintas juga akan dilakukan melalui pengaturan lampu lalu lintas (traffick light). Menurutnya, lampu merah di traffick light masuk kota akan diperlama durasinya, sementara kenaraan ke arah luar Jogja lampu hijaunya yang diperlama.

Lokasi-lokasi yang bakal menjadi pusat keramaian selama libur pergantian tahun diakui Golkari adalah Malioboro, Tugu Jogja, Alun-alun Utara, Alun-alun Selatan, dan Titik Nol Kilometer. Ia memprediksi selama libur Natal dan tahun Baru ini akan terjadi kepadatan karena berbarengan dengan libur sekolah.

Karena itu, Golkari mengimbau kepada warga Jogja agar menjadi tuan rumah yang baik, mendahulukan kenyamanan wisatan, “Kalau bisa warga Jogja mengurangi pemakaian kendaraan pribadi yang hendak ke kota,” imbaunya. Demikian juga wisatawan diminta untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, serta tidak parkir di sembarang tempat untuk mengurangi kepadatan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Bekti Zunanta mengatakan kenaikan penumpang bus melalui Terminal Giwangan kenaikannya sekitar tiga persen selama libur Tahun Baru. “Kalau hari biasa 15 ribu penumpang yang datang dan berangkat, liburan nanti naik menjadi sekitar 19 ribuan penumpang,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja Homeschooling Kak Seto Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…