Lokasi kecelakaan di jalur jalan Danyang-Panunggalan, Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin (19/12/2016) pagi. (Facebook.com-Grobogantoday.com) Lokasi kecelakaan di jalur jalan Danyang-Panunggalan, Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin (19/12/2016) pagi. (Facebook.com-Grobogantoday.com)
Senin, 19 Desember 2016 20:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN GROBOGAN
2 Honda Vario Adu Hadap, 1 Tewas

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor Honda Vario menelan satu korban jiwa.

Solopos.com, PURWODADI – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur jalan Danyang-Panunggalan, Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), Senin (19/12/2016) pagi. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor bermerek sama, Honda Vario, menelan satu korban jiwa.

Informasi itu dibagikan pengguna akun Jama’in ke dalam grup Facebook Paguyuban Warga Purwodadi Grobogan. Ia juga membagikan sebuah berita dari salah satu laman berita online di Kabupaten Grobogan.

Kecelakaan tersebut berawal saat dua sepeda motor Honda Vario warna merah bepelat nomor K 5179 RP dan Honda Vario warna putih berpelat nomor K 3112 MJ melaju berlawanan arah di jalur jalan tersebut. Pengendara Honda Vario merah, Waryono, 34, warga RT 002/RW 003, Dusun Pulogendol, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi yang memboncengkan dua anaknya melaju dari barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Honda Vario putih yang dikendarai Nur Arifin, 25, warga RT 004/RW 007, Dusun Jetis, Desa Nambuhan , Kecamatan Purwodadi, melaju dengan kecepatan sedang dari timur ke barat.

Setibanya di lokasi kecelakaan, Honda Vario merah yang dikendarai Waryono tanpa sebab yang jelas oleng ke arah kanan. Nur Arifin yang sudah dekat dengan posisi Waryono yang oleng itu tak mampu menahan laju sepeda motornya sehingga bertabrakan dengan Waryono.

Menurut keterangan Kanit Lakalantas Polres Grobogan, Ipda Sunarto, Waryono tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit karena mengalami luka yang cukup parah. “Korban meninggal mengalami luka cukup parah. Dahi kanan robek, punggung tangan kanan bengkak, wajah lecet-lecet, kaki kiri lecet, dada kiri lecet, pendarahan hidung, telinga, mulut,” papar Sunarto seperti dilansir Grobogantoday.com, salah satu laman berita online di Kabupaten Grobogan yang dibagikan di grup Facebook Paguyuban Warga Purwodadi Grobogan itu.

Sementara itu, Nur Arifin mengalami luka di pergelangan tangan kiri, rahang atas, dan rahang bawah. Selain itu, ia juga mengalami luka di bagian jari dan kepala. Sedangkan dua anak Waryono hanya mengalami luka ringan.

Jasad Waryono yang tewas dalam kecelakaan Grobogan tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Sedangkan dua sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan itu sudah diamankan polisi di Mapolres Grobogan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Hotel Dinasty, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…