Suasana di Kampung Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, setelah penangkapan warga setempat, Yasir, oleh Densus 88 Antiteror, Minggu (18/12/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Suasana di Kampung Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, setelah penangkapan warga setempat, Yasir, oleh Densus 88 Antiteror, Minggu (18/12/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Senin, 19 Desember 2016 17:40 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

Densus 88 Selidiki Tujuan Terduga Teroris Yasir Pergi ke Malaysia

Densus 88 Antiteror menyelidiki tujuan Yasir pergi ke Malaysia pada Oktober lalu.

Solopos.com, SOLO — Yasir, 29, warga Kampung Losari RT 004 /RW 002, Semanggi, Pasar Kliwon, yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Minggu (18/12/2016), diketahui pernah pergi bersama keluarganya ke Malaysia pada Oktober lalu.

Hal itu diketahui dari empat paspor yang ditemukan Densus saat menggeledah rumah Yasir. Densus 88 masih menyelidiki tujuan Yasir pergi ke Negeri Jiran tersebut.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi, mengatakan empat paspor yang ditemukan tersebut diketahui atas nama Yasir, istrinya Asna, dan kedua anaknya. Paspor. “Paspor tersebut diketahui pernah digunakan pergi ke Malaysia pada Oktober. Kami mengetahuinya dari tulisan yang tercantum di paspor,” ujar Agus saat ditemui wartawan di Mapolresta, Senin (19/12/2016).

Agus mengatakan polisi belum mengetahui tujuan Yasir dan keluarganya serta berapa lama di Malaysia. Densus 88 saat ini masih menyelidiki lebih jauh terkait tujuan mereka ke Malaysia.“Kami masih berkoordinasi dengan Densus 88 soal penyelidikan kasus ini. Semua barang hasil penggeledahan di rumah dua terduga teroris sudah dibawa Densus 88 ke Jakarta,” kata dia.

Ditanya mengenai rencana Densus 88 memanggil istri Yasir untuk diperiksa sebagai saksi, Agus menjelaskan kemungkinan besar bisa terjadi. Namun, untuk kepastian jadwal pemanggilan saksi menungu perintah Densus.

“Kami masih menunggu perintah dari Densus 88 terkait perkembangan penangkapan dua terduga teroris di Solo, Minggu kemarin,” kata Agus yang sebelumnya menjabat Kapolsek Laweyan.

Agus menjelaskan dari hasil penyelidikan Densus 88, terduga teroris Nur Solikin yang ditangkap terkait bom panci di Bekasi, Sabtu (10/12/2016), diketahui juga pernah pergi ke Malaysia. Hal itu diketahui dari temuan paspor saat menggeledah rumahnya Jl. Lempuyangan, Kampung Griyan Ledoksari RT 008/RW 010, Pajang Laweyan, Solo, Minggu (11/12/2016).

“Solikin diketahui pergi ke Malaysia saat istrinya masih mengandung. Densus 88 masih mendalami tujuan mereka ke Malaysia,” kata dia.

Agus mengatakan keterlibatan dua terduga teroris yang ditangkap Minggu kemarin ada kaitannya dengan jaringan terduga teroris di Purworejo. Jaringan ini pimpinan Bahrun Naim. Informasi dihimpun Solopos.com dari kepolisian, jaringan ini merencanakan pengeboman di Bali pada akhir tahun ini. Namun, rencana itu digagalkan Densus 88.

Sementara itu, juru bicara keluarga Yasir, Ayit, belum mendapatkan kabar tentang keberadaan Yasir setelah ditangkap Densus 88, Minggu. Keluarga berharap Yasir segera dikembalikan kepada keluarga dalam kondisi sehat.

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…