Ilustrasi puting beliung (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi puting beliung (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 19 Desember 2016 16:12 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

ANGIN KENCANG BOYOLALI
50-An Rumah di Wonosegoro Rusak, 2 Keluarga Mengungsi

Angin kencang Boyolali, rumah rusak akibat puting beliung di Wonosegoro mencapai 50-an unit.

Solopos.com, BOYOLALI — Sedikitnya 50 rumah di Dusun Ngawen, Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, rusak akibat puting beliung yang melanda kawasan tersebut, Senin (19/12/2016) sekitar pukul 12.15 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, empat hingga tujuh rumah di Ngawen Timur dan Ngawen Barat rusak parah. Dua keluarga yakni keluarga Supriyadi dan keluarga Pak Jumat terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat karena rumah mereka rusak parah.

Sedangkan yang mengalami rusak ringan mencapai 50-an rumah. Puluhan pohon juga tumbang. Rumah yang mengalami rusak parah lebih banyak disebabkan karena tertimpa pohon.

“Genting rumah warga beterbangan bahkan ada yang belandarnya patah karena tertimpa pohon. Puluhan rumah lainnya rusak ringan,” kata sukarelawan dari Pemuda Pancasila, Joko Wardoyo, kepada Solopos.com, kemarin.

Puting beliung terjadi saat wilayah Banyusri diguyur hujan ringan atau gerimis. Begitu kejadian, sejumlah sukarelawan serta aparat dari Polsek Wonosegoro dan Koramil Wonosegoro datang menangani warga dan mengidentifikasi kerusakan material akibat puting beliung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Korban jiwa nihil. Satu setengah jam setelah kejadian, masih ada warga yang berlindung ke tempat aman tapi sudah banyak pula warga yang kembali ke rumah membersihkan sisa-sisa kerusakan akibat angin kencang,” ujar Joko.

Kepala Desa Banyusri, Mohamad Sukidi, menjelaskan puting beliung bertiup cukup lama berkisar lima menit dan memorak-porandakan desa yang berbatasan dengan wilayah Kemusu tersebut. “Ada dua keluarga yang terpaksa harus mengungsi karena atapnya habis diterjang angin kencang,” kata dia.

Senin sore, rumah warga yang rusak ringan bisa langsung diperbaiki secara swadaya. Sedangkan beberapa petugas masih mendata kerugian material akibat kejadian tersebut. “Kami akan mengagendakan gotong royong warga untuk membantu memperbaiki rumah warga yang rusak parah,” ujar dia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Purwanto, menjelaskan wilayah Wonosegoro masuk peta rawan puting beliung dan angin kencang, selain Karanggede dan Andong. Pada akhir tahun lalu, puting beliung juga merusak sejumlah rumah di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro.

“Kami sudah menyiapkan bantuan logistik sembari menunggu hasil pendataan dari Tim Reaksi Cepat [TRC] yang saat ini masih berada di lokasi,” ujar Purwanto.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pasang Naik Pendidikan Islam

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/6/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo, dan pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat email penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP…