Dua karateka yang berlaga di nomor Kumite Junior -75 kg. (JIBI/Harian Jogja/Gilang Jiwana)
Senin, 19 Desember 2016 18:22 WIB Sumadiyono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Agar Memasyarakat, Kejurda Inkanas Piala Kapolda Digelar di Mal

Inkanas ingin memasyarakatkan olah raga karate.

Solopos.com, JOGJA-Kejuaraan daerah Institut Karate-do Nasional (Inkanas) memperebutkan Piala Kapolda DIY 2016 digelar di lantai III Hartono Mall Yogyakarta. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya mengingat Inkanas ingin memasyarakatkan olah raga karate.

“Salah satu tempat berkumpulnya masyarakat adalah mall. Pertimbangan ke dua adalah karena pelaksanaan kejuaraan berlangsung pada liburan sekolah pasca penerimaan raport,” kata Sekretaris Umum Inkanas, Edwi Arief Sosiawan dalam rilisnya kepada Harian Jogja, Senin (19/12/2016).

Menurut Edwi, manajemen Hartono Mall telah memfasilitasi penuh ajang Kejurda ini sebagai bentuk kepedulian Hartono Mall terhadap perkembangan olah raga khususnya karate.

Kejurda yang dibuka langsung oleh Kapolda DIY Brigjend (pol) Ahmad Dofiri selaku ketua umum Inkanas DIY ini melibatkan 300 atlet dari 17 dojo Inkanas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Kapolda DIY menyampaikan, salah satu agenda dari kejurda 2016 ini adalah mencari bibit unggul karate yang akan dipersiapkan untuk menghadapi event Kejurnas 2017.

Kapolda DIY juga cukup bangga dengan prestasi atlet-atlet DIY yang telah berjaya di tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

Kejurda Inkanas yang memainkan kelas kata dan kumite dari berbagai kategori dari usia dini hingga junior. Keluar sebagai juara ke tiga adalah dojo SDIT Husnayain Tempel Sleman, juara umum ke dua dojo Fighter dan Juara umum pertama masih dipegang juara bertahan Dojo Pandowohardjo. Para atlet juara selanjutnya akan mengikuti pemusatan latihan Inkanas DIY untuk dipersiapkan pada Kejuaraan Nasional tahun depan.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…