Bus Trans Semarang koridor II nomor lambung 01 hampir terbakar di depan Mapolrestabes Semarang, Jl. dr. Sutomo, Barusari, Semarang Selatan, Kota Semarang, (Jateng), Jumat (16/12/2016) pukul 16.45 WIB. (Facebook.com-Bagaskara Manjer Kawuryan) Bus Trans Semarang koridor II nomor lambung 01 hampir terbakar di depan Mapolrestabes Semarang, Jl. dr. Sutomo, Barusari, Semarang Selatan, Kota Semarang, (Jateng), Jumat (16/12/2016) pukul 16.45 WIB. (Facebook.com-Bagaskara Manjer Kawuryan)
Minggu, 18 Desember 2016 23:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

TRANSPORTASI SEMARANG
BRT Nyaris Terbakar, Penumpang Berhamburan

Transportasi Semarang sedikit heboh kala salah satu BRT Trans Semarang hampir terbakar di halte depan Mapolrestabes Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Bus Rapid Trans (BRT) Trans Semarang  koridor II dengan nomor lambung 01 hampir terbakar di depan Mapolrestabes Semarang, Jl. dr. Sutomo, Barusari, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (16/12/2016) pukul 16.45 WIB. Insiden itu sempat menjadi perbincangan heboh awak transportasi umum Semarang.

BRT Trans Semarang tersebut hampir terbakar karena hubungan pendek arus listrik atau korsleting. Informasi tersebut diungkapkan seorang saksi mata yang menggunakan akun Facebook Bagaskara Manjer Kawuryan di grup Media Informasi Kota Semarang. Ia juga mengunggah foto Bus Trans Semarang yang nyaris terbakar tersebut.

Berdasarkan informasi yang ia paparkan, BRT Trans Semarang itu mengalami korsleting akibat kopling yang rusak. Akibat korsleting itu, sempat muncul percikan api. Penumpang bus yang berjumlah 22 orang pun panik dan berhamburan keluar dari bus.

Beruntung, di dekat halte ada beberapa polisi yang lantas membantu memadamkan api yang belum sempat membesar. Pengguna akun Bagaskara Manjer Kawuryan juga mengabarkan bahwa bus itu dikendarai sopir bernama Sutarjo.

Bagaskara Manjer Kawuryan juga menyayangkan BRT Trans Semarang yang menjadi alat transportasi umum masyarakat Kota Semarang tidak mendapatkan perawatan yang serius. Ia menyebutkan bahwa bus tersebut tidak memilik pelat nomor di bagian belakang. Badan bus juga banyak sekali terdapat dempul yang menempel sehingga kurang sedap dipandang. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja SOLO EYE CENTER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…