garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Minggu, 18 Desember 2016 22:24 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Tak Kuat Menanjak, Bus Pelayat Terguling di Paranggupito Wonogiri

Karena tak kuat menanjak, bus pelayat terguling di Song Ngarep, Giribelah, Jatirejo, Paranggupito, Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Sebanyak sembilan orang mengalami luka-luka setelah bus yang mereka tumpangi terguling karena tak kuat menanjak di jalan miring Song Ngarep, Dusun Giribelah, Desa Jatirejo, Paranggupito, Wonogiri, Minggu (18/12/2016) siang. Kala itu bus mengangkut 27 penumpang yang sebelumnya melayat.

Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Sri Anggono, saat dihubungi untuk dimintai penjelasan terkait kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jatirejo tidak mengangkat telepon. Camat Paranggupito, Haryanto, saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setahu dia peristiwa itu lakalantas tunggal. Hanya, dia belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian.

“Informasi yang saya dapatkan, ada bus yang enggak kuat menanjak. Lalu bus mundur tak terkontrol karena rem blong. Akhirnya terguling. Banyak penumpang yang luka,” kata Camat.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu malam, peristiwa terjadi pukul 12.30 WIB. Bus yang terguling itu adalah Bus Setyorini berpelat nomor AD 1554 AB yang dikemudikan M. Ashuri, 57, warga Karanganyar.

Bus itu berpenumpang 27 orang dari Sukoharjo yang sebelumnya melayat di Desa Ketos. Setelah melayat mereka pulang ke Sukoharjo, namun tak kuat menanjak saat sampai di lokasi bus. Di luar dugaan, bus mundur tak terkontrol karena rem blong sebelum akhirnya terguling di tepi jalan.

Akibat kejadian itu sembilan penumpang mengalami luka cukup serius. Mereka menjalani perawatan di RS Maguan Husada, Pracimantoro. Sementara 18 penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan pulang.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…