Bendera China-Tiongkok (Wikipedia) Bendera China-Tiongkok (Wikipedia)
Minggu, 18 Desember 2016 18:00 WIB John Oktaveri/JIBI/Bisnis Internasional Share :

Sengketa Laut China Selatan Memanas, Drone AS Dirampas Tiongkok

Sengketa Laut China Selatan kian memanas setelah drone milik AS berwujud kapal selam mini dirampas AL China Tiongkok.

Solopos.com, JAKARTA — Amerika Serikat (AS) menuntut China Tiongkok mengembalikan drone berwujud kapal selam mini yang disita di Laut Cina Selatan. Menurut pejabat AS yang dikutip bbc.co.uk, Minggu (18/12/2016), drone itu hilang di perairan internasional dan Angkatan Laut China dituding telah merampasnya pada Kamis (15/12/2016) lalu.

Peristiwa itu terjadi hanya sesaat sebelum drone itu diangkat oleh USNS Bowditch, sebuah kapal survei oceanografi. AS beralasan perangkat yang dijuluki sebagai “penjelajah lautan” itu digunakan untuk menguji salinitas air dan suhu. Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis kepada wartawan, mengatakan data itu merupakan bagian dari program untuk memetakan jalur-jalur bawah air.

“Wahana itu telah dirampas oleh Cina,” kata Kapten Davis dalam konferensi pers pada hari Jumat. “UUV [drone bawah air] itu melakukan survei militer secara sah di perairan Laut China Selatan,” tambahnya.

Menurutnya, wahana itu merupakan kapal berdaulat yang dilindungi kekebalan hukum, ditandai dengan jelas dalam bahasa Inggris bahwa itu merupakan milik AS. AS mengklaim peristiwa itu terjadi sekitar 80 km arah barat laut Subic Bay, Filipina.

Tak lama kemudian, kapal Angkatan Laut (AL) China, ASR-510 jenis Dalang III, mendekat hingga jarak sekitar 500 meter dari USNS Bowditch. Pentagon mengungkapkan kapal AL China itu kemudian meluncurkan sebuah perahu kecil dan merebut UUV. USNS Bowditch lalu melakukan kontak radio dengan kapal Cina itu untuk menuntut mereka segera mengembalikan wahana itu, tetapi diabaikan. “Ini bukan sikap yang kita harapkan dari sebuah AL yang profesional,” kata Kapten Davis.

Penyitaan ini diprediksi akan makin menambah kecemasan AS terhadap meningkatnya kehadiran militer China di Laut China Selatan. Awal pekan ini, beredar foto udara yang menunjukkan China telah membangun sistem persenjataan di seluruh pulau buatan yang mereka bangun di laut dan mengabaikan protes AS.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR CENTRAL INTERNATIONAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…