Ilustrasi penemuan mayat (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi penemuan mayat (JIBI/Solopos/Dok)
Minggu, 18 Desember 2016 16:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PNS Duyungan Sragen Ditemukan Meninggal di Pematang Sawah

Seorang PNS di Desa Duyungan, Sragen, ditemukan tak bernyawa di pematang sawah.

Solopos.com, SRAGEN — Seorang pegawai negeri sipil (PNS) asal Dukuh Jetak RT 004, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Sarjono, 57, ditemukan tergeletak tak bernyawa di pematang sawah wilayah Dukuh Jetak Gayam RT 003, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Minggu (18/12/2016) pukul 07.00 WIB.

Sarjono diduga mengalami serangan jantung. Sarjono kali terakhir pamit kepada istrinya, Puji Astuti, 55, Sabtu (17/12/2016) pukul 16.00 WIB. Sarjono berpamitan pergi ke sawah seraya membawa alat pencabut rumput. Sarjono berangkat mengendarai motor Yamaha Vixion.

Puji khawatir karena suaminya tak kunjung pulang. “Kemudian pada keesokan harinya, Puji mencari suaminya di sawah. Ia kaget mendapati mayat suaminya tergeletak di pematang sawah dalam keadaan tengkurap. Puji pun menjerit mencari pertolongan. Keman, 45, warga Jetak Kidul Desa Jetak, Sidoharjo, datang membantu Puji mengevakuasi jenazah Sarjono,” ujar Kasatreskrim AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang.

Sebelum dievakuasi, warga menghubungi aparat Polsek Sidoharjo dan tim identifikasi Polres Sragen serta tim dari Puskesmas Sidoharjo. Tim gabungan memeriksa fisik jenazah Sarjono. “Hasil pemeriksaan tim gabungan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal dunia diduga karena serangan jantung. Dari cerita keluarganya, korban memang menderita penyakit itu,” ujar Supadi.

Jenazah yang berlumur lumpur sawah itu pun langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya. Serah terima jenazah disaksikan aparat musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), perangkat Desa Duyungan, dan ketua RT setempat.

“Sesuai prosedur saat evakuasi, memang tangan korban diikat dulu untuk memudahkan evakuasi. Jadi ikatan di tangan korban itu dilakukan saat evakuasi,” tambahnya.

Kepala Desa Jetak, Sidoharjo, Siswanto, mendapat kabar adanya temuan mayat di wilayah desa yang dipimpinnya. “Tetapi saya tidak tahu penyebab kematiannya. Tempat penemuannya memang di wilayah Desa Sidoharjo tetapi korbannya berasal dari wilayah Desa Duyungan,” ujarnya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…