Cal Crutchlow (GPUpdate) Cal Crutchlow (GPUpdate)
Minggu, 18 Desember 2016 21:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Balap Share :

MOTO GP
Crutchlow: Honda Paling Menantang, Naik Yamaha Seperti Sambil Merokok

Cal Crutchlow menyebut Honda sebagai motor paling menantang di Moto GP tahun depan. Sedangkan Yamaha disebutnya paling gampang dikendarai.

Solopos.com, LONDON — Dalam kariernya, Cal Crutchlow, sudah pernah mengendarai motor Yamaha, Ducati, dan kini Honda. Menurutnya motor Honda menghadirkan tantangan terbesar dibandingkan kuda besi lain. Dia bahkan menyebut balapan tahun depan akan menjadi ujian agresivitas terbaru dari pabrikan asal Jepang tersebut.

Crutchlow mulai meluncur di kelas primer pada musim 2011 bersama tim satelit Yamaha, Tech 3. Ia mengendarai Yamaha YZR-M1 selama tiga musim sampai akhir 2013. Musim 2014 Crutchlow membela tim Ducati mengendarai motor Desmosedici Ducati GP14. Ia kemudian mulai mengendarai Honda RC213V di tim LCR Honda sedari 2015 sampai sekarang.

Dari pengalamannya tersebut, Crutchlow menunjuk Honda memiliki motor paling sulit untuk dikendarai akibat tenaga yang agresif, ditambah tantangan dari ban Michelin dan ECU pada 2016 ini. Namun Crutchlow tampak tetap suka dengan tantangan itu. “Tahun depan bahkan mungkin lebih parah lagi,” kata Crutchlow kepada Autosport, Minggu (18/12/2016).

Pembalap asal Inggris ini menyebut motor yang paling mudah dikendarai adalah Yamaha. Dia bahkan menyebut mengendarai Yamaha seperti naik motor sambil merokok santai. Motor termudah selanjutnya yakni Ducati.

“Dibandingkan yang lain, motor ini [Honda] membuat jantung Anda berdegup lebih kencang. Anda harus selalu tepat secara fisik dan mental dengan motor ini, sedangkan dengan motor yang lain tinggal melaju saja,” kata dia.

Dia mengaku tak perlu merisaukan rem belakang saat mengendarai Yamaha ataupun Ducati. Berbeda dengan Honda yang sewaktu-waktu bisa memberikan sensasi wheelie pada pembalap. “Seperti itulah Honda. Itu yang membuatnya menjadi menarik,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…