Seorang pedagang asal Karangmalang, Dewi, 33, melayani pembeli cabai merah besar di Pasar Bunder Sragen, Minggu (18/12/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Seorang pedagang asal Karangmalang, Dewi, 33, melayani pembeli cabai merah besar di Pasar Bunder Sragen, Minggu (18/12/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Minggu, 18 Desember 2016 17:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KEBUTUHAN POKOK SRAGEN
Harga Cabai Naik 62,5%, Telur Meroket Jadi Rp20.000/Kg

Kebutuhan pokok Sragen, harga cabai dan telur naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017.

Solopos.com, SRAGEN — Harga bahan pokok dan sayuran melejit menjelang Natal dan Tahun Baru. Harga cabai rawit serat dan cabai merah kriting meningkat sampai 35% sedangkan cabai rawit hijau naik sampai 62,5% karena pasokan minim.

Sementara telur ayam harganya naik Rp500-Rp600/hari sejak tiga hari terakhir. Harga telur yang semula Rp17.500 /kg naik menjadi Rp20.000/kg. Demikian hasil pantuan Solopos.com di pasar induk Pasar Bunder Sragen, Minggu (18/12/2016).

Seorang pedagang asal Dukuh Margorejo, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Warti, 30, saat ditemui Solopos.com, Minggu siang, menyampaikan sejak sepekan terakhir harga sejumlah komoditas perdagangan di Pasar Bunder Sragen meningkat. Kenaikan harga yang paling terasa yakni pada harga cabai.

Dia menyebut harga cabai rawit serat yang semula Rp40.000/kg melejit menjadi Rp54.000/kg atau naik 35% dalam tempo sepekan. Kenaikan harga cabai merah keriting juga sama dengan naiknya harga cabai rawit serat.

“Harga cabai merah besar juga meningkat cukup signifikan, yakni dari Rp28.000/kg menjadi Rp35.000/kg atau naik 25,92%. Komoditas lainnya, seperti bawang merah dan bawang putih juga naik tetapi tak terlalu tinggi. Bawang putih yang semula Rp32.000/kg naik menjadi Rp36.000/kg. Khusus bawang putih naiknya sejak awal Desember lalu,” ujar dia.

Dia menyatakan harga telur terus meningkat Rp600/kg setiap hari. Harga telur tiga haru lalu masih Rp17.500/kg kini menjadi Rp19.000/kg. Warti memprediksi harga telur bisa sampai Rp23.000/kg pada Natal mendatang. Cabai rawit hijau yang biasa digunakan untuk lalapan saat ini pasokannya minim.

Harga cabai rawit hijau itu kalau ada barangnya mencapai Rp65.000/kg, padahal sebelumnya hanya Rp40.000/kg. Artinya ada kenaikan 62,5%.

Warti juga menyebutkan kenaikan harga sejumlah sayuran, seperti kubis dari Rp9.000/kg menjadi Rp12.000/kg, wortel naik dari Rp6.000/kg menjadi Rp9.000/kg, brokoli juga naik dari Rp25.000/kg menjadi Rp30.000/kg, kacang kapri naik dari Rp35.000 menjadi Rp50.000/kg, dan kentang naik dari Rp10.000/kg menjadi Rp13.000/kg.

Pedagang lainnya, Dewi, 33, warga Karas, Bolo, Karangmalang, Sragen, menyampaikan harga cabai rawit serat yang semula hanya Rp30.000/kg kini menjadi Rp55.000/kg. Kemudian untuk harga cabai merah keriting naik dari Rp30.000/kg menjadi Rp45.000/kg. Harga jual dagangan Dewi berbeda dengan harga jual dagangan Warti karena mereka kulakan barang di tempat yang berbeda.

“Khusus telur kenaikannya terjadi setiap hari, yakni sampai Rp500/kg sejak tiga hari lalu. Saya jual telur yang biasanya Rp17.000/kg sekarang menjadi Rp20.000/kg. Sayuran lainnya juga naik harga tetapi tidak terlalu signifikan seperti telur dan cabai. Permintaan telur tinggi karena mendekati Natal,” tambahnya.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…