Kondisi pesawat Hercules milik TNI AU yang hilang kontak di Wamena saat ditemukan, Minggu (18/12/2016). (Okezone) Kondisi pesawat Hercules milik TNI AU yang hilang kontak di Wamena saat ditemukan, Minggu (18/12/2016). (Okezone)
Minggu, 18 Desember 2016 14:47 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Inilah Identitas Ke-13 Korban Hercules TNI AU di Papua

Identitas ke-13 korban Hercules TNI AU yang ditemukan di Papua telah diketahui.

Solopos.com, JAKARTA — Korban meninggal kecelakaan pesawat Hercules di Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, Papua, dipastikan sejumlah 13 orang. Kepastian itu diungkapkan oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Madya TNI Hadiyan Suminta Atmadja.

“Pesawat ini membawa 13 orang, ada 12 kru dan satu penumpang terusan dari Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang. Semua meninggal dunia,” ujar Hadiyan di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (18/12/2016), seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Adapun nama-nama kru pesawat Hercules dengan nomor registrasi A-1334 itu adalah Mayor Pnb Marlon Kawer (Pilot), Kapten Pnb J. Hotlan F. Saragih (Co-Pilot), Lettu Nav Arif Fajar Prayogi (Navigator), Lettu Pnb Hanggo Fitradhi (Penerbangan II), dan Peltu Lukman Hakim (Juru Radio Udara).

Selanjutnya, ada Peltu Suyata (Juru Mesin Udara I), Peltu Kusen (Juru Mesin Udara II), Serma Khodori (Juru Mesin Udara II), Peltu Agung Tri (Load Master I), Pelda Agung S (Load Master II), Serma Fatoni (Load Master II), dan Serda Suyanto (Load Master).

Sementara itu, menurut Hadiyan, satu personel yang merupakan penumpang terusan merupakan Kapten Reno, dari Satuan Radar 242 Tanjung Warari, Biak. “Dari laporan yang kami terima, tidak ada korban penumpang sipil maupun militer TNI lainnya,” ujar Hadiyan kemudian.

Pesawat Hercules TNI AU C-130 bertolak dari Bandara Mozes Kilangin di Timika, Kabupaten Mimika, menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Minggu, pukul 05.34 WIT. Pesawat ini diperkirakan mengalami kecelakaan pada pukul 06.05 WIT di Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…