Praveen Jordan/Debby Susanto (Badmintonindonesia.org)
Minggu, 18 Desember 2016 00:30 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Raket Share :

BWF SUPER SERIES FINALS 2016
Terhenti di Semifinal, Debby Susanto: Kami Kurang Tenang

BWF Super Series Finals 2016 menyajikan kekalahan Praveen/Debby.

Solopos.com, DUBAI – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, harus terhenti di babak semifinal BWF Super Series Finals 2016. Mereka dikalahkan pasangan asal Inggris, Chris Adcock/Gabriel Adcock.

Bertanding di Hamdan Sports Complex, Sabtu (17/12/2016), Praveen/Debby menyerah dalam pertarungan tiga game dengan skor 19-21, 21-17 dan 9-21. Hasil ini menyamai capaian Praveen/Debby di Bwf Super Series Finals tahun lalu. Kala itu, Praveen/Debby juga dikalahkan oleh duet suami istri ini, Chris/Gabrielle.

[Baca: Praveen/Debby tersingkir di semifinal BWF Super Series Finals 2016]

Di laga ini, Praveen/Debby sempat memberikan perlawanan ketat di game pertama, namun tetap kalah. Kemudian di game kedua, peraih All England 2016 tampil baik dan menang. Namun di game ketiga, Praveen/Debby banyak melakukan kesalahan sendiri hingga akhirnya kalah.

Game pertama pas poin-poin akhir, beberapa kali bola di atas kepala Praveen luput. Kami terlalu terburu-buru, kurang kontrol dan tidak bisa tenang mainnya,” kata Debby seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Game pertama dan kedua kami mainnya bisa ketat. Tapi pas di game ketiga pukulan kami banyak kurang yakin. Praveen juga mainnya kurang lepas, enggak bisa mengontrol permainannya di lapangan. Banyak pukulan lawan yang enggak terlalu menyusahkan tapi kami gagal,” tambah Debby.

Dengan kekalahan Praveen/Debby ini, wakil Indonesia dipastikan habis. Sebelumnya, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi dan Angga Pratama/Ricky Karanda gagal lolos fase grup. Sementara pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mundur karena cedera.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…