Salah seorang wisatawan memasuki kawasan Gua Tembelang di Dusun Bolang, Girikarto, Panggang, Jumat (16/12/2016). Gua Tembelang kini menjadi salah satu objek wisata baru di Gunungkidul. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Salah seorang wisatawan memasuki kawasan Gua Tembelang di Dusun Bolang, Girikarto, Panggang, Jumat (16/12/2016). Gua Tembelang kini menjadi salah satu objek wisata baru di Gunungkidul. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 17 Desember 2016 15:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Travel Share :

WISATA GUNUNGKIDUL
Tembelang, Gua Tersembunyi yang Apik

Wisata Gunungkidul kian ramai dengan adanya Gua Tembelang

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam Asri Desa Girikarto, Panggang, Gunungkidul membuka objek wisata Gua Tembelang. Gua yang berujung ke laut selatan itu memiliki nilai sejarah.

Ketua Pokdarwis Alam Asri Aris Sargiyono mengatakan, gua yang terletak di Dusun Bolang itu dahulu merupakan tempat persembunyian warga setempat dari tentara Jepang. “Dulu tempat warga menyelinap, bersembunyi. Dulu kan indonesia enggak aman karena tentara Jepang,” kata Aris Sargiyono, Jumat (16/12/2016).

Gua Tembelang memiliki panjang sekitar 100 meter dan lebar depan sekitar 20 meter. Pada musim hujan seperti sekarang, gua tersebut menjadi saluran air yang mengalir hingga ke laut. Sejatinya kata Aris, warga setempat telah lama mengetahui adanya Gua Tembelang.

“Namun warga malas ke sana karena kondisinya tidak tertata,” tutur dia. Beberapa tahun terakhir, kawasan gua tersebut lanjutnya dibeli oleh seorang pensiunan dosen bernama Bangun. Oleh pemilik lahan, gua tersebut kini ditata sedemikian rupa.

Untuk mencapai mulut gua, wisatawan tidak lagi kesulitan karena telah dibangun anak tangga. Di kiri kanan jalan juga terdapat kran air untuk mencuci tangan atau kaki. Di dekat mulut gua disediakan saung untuk rest area.

Sedangkan di dalam gua, dipasang beberapa titik lampu penerangan. Gua Tembelang memiliki stalaktit dan stalagmit yang membuat gua ini tampak indah. Aris berharap, keberadaan Gua Tembelang kian dikenal masyarakat.

Pengelolaan gua tersebut kata dia akan diserahkan ke Pokdarwis Girikarto kendati lahannya dimiliki orang pribadi. “Bupati Gunungkidul sendiri juga sudah datang melihat lebih dekat,” paparnya lagi.

Bupati Gunungkidul Badingah sebelumnya berpesan kepada warga Girikarto, Panggang agar mengelola potensi wisata dengan baik. Apakah itu wisata pantai maupun gua. Pembangunan pariwisata saat ini menjadi fokus utama pemerintah lantaran dapat meningkatkan kesejahteraan warga tanpa merusak lingkungan.

Para anak muda di suatu daerah kata dia sangat potensial terlibat dalam Pokdarwis. Harapannya tidak ada lagi anak-anak muda Gunungkidul yang menganggur karena tidak ada pekerjaan. “Pariwisata ini kalau dikelola dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul,” tutur Badingah.

lowongan kerja
lowongan kerja Nattour, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…