Ilustrasi angkot di jalanan Kota Salatiga. (Flickriver.com) Ilustrasi jalanan Kota Salatiga. (Flickriver.com)
Sabtu, 17 Desember 2016 21:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

SERBA LIMA
5 Tokoh Ini Asal Salatiga Lo…

Serba lima kali ini menyajikan tokoh terkenal yang berasal dari Kota Salatiga.

Solopos.com, SALATIGA – Salatiga adalah kota kecil di tengah-tengah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Siapa yang menyangka bahwa dari kota kecil ini lahir tokoh-tokoh terkenal seperti pemain film, Roy Maten, dan yang lainnya? Kali ini Semarangpos.com merangkum lima tokoh terkenal yang berasal dari Salatiga.

Yosaphat Soedarso (Biografipahlawan.com)

Yosaphat Soedarso (Biografipahlawan.com)

Yos Sudaso
Yosaphat Soedarso, atau yang akrab disapa Yos Soedarso, salah seorang pahlawan nasional ini lahir di Salatiga, 24 November 1925. Yos menyelesaikan pendidikannya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Salatiga dan melanjutkan pendidikannya ke sekolah guru di daerah Muntilan. Akan tetapi ia berhenti saat Jepang datang dan menguasai Indonesia.

Sebagaimana dilansir Bografipahlawan.com, Yos kemudian dipindahkan ke salah satu sekolah tinggi pelayaran di Semarang dan menjadi salah satu lulusan terbaik. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia lantas bekerja sebagai mualim kapal milik Jepang.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, ia menjadi personel Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut yang kini dikenal sebagai TNI Angkatan Laut. Ia juga terlibat operasi militer antarpulau Maluku untuk memberikan informasi tentang kemerdekaan Indonesia di bagian timur Indonesia yang masih dijajah oleh Belanda.

Pada usianya yang masih muda, yakni 36 tahun, ia gugur seiring tenggelamnya KRI Macan Tutul dalam pertempuran di Laut Aru setelah ditembak oleh Hr. Ms. Eversten, kapal milik Belanda. Peristiwa itu menimpa salah satu tokoh asal Salatiga tersebut pada 15 Januari 1962.

Gendut Doni Christiawan (Tokohkita.com)

Gendut Doni Christiawan (Tokohkita.com)

Gendut Doni Christiawan
Gendut Doni Christiawan adalah pemain sepak bola profesional yang telah lama malang melintang di kancah kompetisi sepak bolah Indonesia. Gendut Doni lahir di Salatiga, 7 Desember 1978. Pesepak bola veteran ini sekarang memperkuat klub Persijap Jepara. Ia juga pernah bermain untuk Persikota Tangerang, Persib Bandung dan Arema Malang.

Sebagaimana dikutip Semarangpos.com dari Tokohkita.com, pemain sepak bola asal yang mempunyai zodiak sagitarius ini juga mempunyai seorang kakak kandung yang juga seorang pesepak bola yang pernah memperkuat PSIS Semarang, yakni Nugroho Adiyanto. Gendut Doni memulai karirnya di dunia si kulit bundar dari 1998. Pada awal karirnya, ia bergabung ke klub PSIS Semarang, sama seperti kakaknya.

Hingga 2016, tercatat Gendut Doni sudah pernah memperkuat 10 klub di Indonesia. Salah satu tokoh terkenal yang berasal dari Salatiga ini juga pernah menjadi andalan Tim Nasional Indonesia.

Roy Marten (Legendafilm.com)

Roy Marten (Legendafilm.com)

Roy Marten
Siapa yang tek kenal Roy Marten? Aktor kawakan ini sudah sangat lama berlalu lalang di layar lebar ataupun layar kaca Indonesia. Ayah Gading Marten ini lahir di Salatiga 64 tahun lalu, tepatnya pada 1 Maret 1952.

Dilansir dari Legendafilm.com, Roy memulai kariernya di bidang hiburan sebagai peragawan di kota asalnya, Salatiga. Masa emas karir Roy dalam dunia hiburan adalah pada 1977, saat ia dikenal sebagai salah satu anggota dari kelompok bintang The Big Five, yang terdiri dari Yati Octavia, Robby Sugara, Doris Callebaute, Yenny Rachman, dan Roy Marten. The Big Five adalah sebutan untuk artis dengan honor terbesar saat itu, yakni Rp5 juta untuk satu film.

Roy Marten yang juga pernah beberapa kali terjerat kasus narkoba itu tercatat sudah membintangi 25 judul film dan 10 judul Sinetron. Film terakhir yang dibintanginya adalah Penjuru 5 Santri yang tayang 2015 lalu.

Sadana Agung (Wikipedia)

Sadana Agung (Wikipedia)

Sadana Agung
Sadana Agung bisa dibilang selebriti pendatang baru di kancah hiburan Indonesia. Namanya mulai dikenal setelah mengikuti ajang pencarian bakat di bidang stand up comedy di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Sadana Agung lahir di Salatiga, 4 Juni 1993, dan dibesarkan di Dusun Deresan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Meskipun sempat tinggal di Semarang, Sadana kembali lagi ke Salatiga untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Kristen Satya Wacana (Uksw). Saat ini, ia dikenal sebagai komika yang mempunyai ciri khas aksen dan gaya bicara seperti orang desa.

Dilansir Wikipedia, Sadana mulai mengenal stand up comedy dari 2012 dan bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Salatiga. Sering mengisi acara komunitas dan mengikuti kompetisi stand up comedy di berbagai daerah Jawa Tengah, Sadana mulai tampil di tingkat nasional pada 2015 di ajang Street Comedy V di Senayan, Jakarta. Pada tahun yang sama, Sadana mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Season 6 di Semarang dan berhasil lolos sebagai finalis dan dapat bertahan hingga babak empat besar.

Bambang Pamungkas (Bambangpamungkas20.com)

Bambang Pamungkas (Bambangpamungkas20.com)

Bambang Pamungkas
Bambang Pamungkas adalah seorang pesepak bola profesional yang lahir di Kabupaten Semarang, 10 Juni 1980. Kendati lahir di Salatiga, Bepe—sapaan akrab Bambang Pamungkas—menghabiskan masa SMP dan SMA-nya di Kota Salatiga.

Ia bahkan dikenal luas sebagai pria asal Salatiga daripada dari Semarang. Hal itu juga tak lepas dari tempat kelahirannya di Kabupaten Semarang yang justru lebih dekat dengan kawasan Kota Salatiga.

Dlansir dari Bambangpamungkas20.com, pesepak bola yamng pernah menjadi andalan Tim Nasional Indonesia ini ternyata mempunyai cita-cita yang tak ada hubungannya dengan olahraga. Pada masa kecilnya, ia sangat menginginkan untuk menjadi seorang guru dan juga koki. Namun takdir berkata lain. Ia tak andal untuk mengolah bahan makanan di atas penggorengan, namun justru lebih andal mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masih Ingin Jadi Pengarang?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (22/6/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, seorang penulis, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulias adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Timbul perasaan sedih, geram, geli, sekaligus haru tatkala membaca…