Petugas PLN melakukan penebangan pohon di sepanjang Ringroad antara simpang Jalan Parangtritis sampai simpang Jalan Wonosari, Kamis (17/12/2015). (Rina WIjayanti/JIBI/Harian Jogja) Petugas PLN melakukan penebangan pohon di sepanjang Ringroad antara simpang Jalan Parangtritis sampai simpang Jalan Wonosari, Kamis (17/12/2015). (Rina WIjayanti/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 17 Desember 2016 07:40 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

REKAYASA LALU LINTAS
BLH Kota Jogja Minta Tidak Menghilangkan Pohon

Keberadaan pohon di sejumlah ruas jalan bukan hanya hiasan, melainkan sebagai peneduh dan penyerap polusi udara.
Solopos.com, JOGJA-Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja meminta rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan dan kepolisian tidak menghilangkan pohon perindang. Hal ini terkait rekayasa lalu lintas di Jalan Sagan (depan Mirota Kampus) yang akan menghilangkan pembatas jalan dan pohon di ruas jalan tersebut.

“Saya sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan supaya di Jalan itu tetap ada pohon,” kata Kepala BLH Jogja, Suyana, Jumat (16/12/2016).

Suyana mengatakan keberadaan pohon di sejumlah ruas jalan bukan hanya hiasan, melainkan sebagai peneduh dan penyerap polusi udara. Saat ini pihaknya tengah gencar menggerakan penanaman pohon ke masyarakat.

Menurutnya, ancaman global warming bukan lagi isapan jempol melainkan sudah terjadi dan dirasakan oleh masyarakat mulai dari cuaca yang tidak menentu. Ia mencontohkan wilayah Kaliurang Sleman yang dikenal sebagai kawasan dingin saat ini sudah tidak lagi dingin. Di Kota Jogja juga banyak dikeluhkan karena panas dan air berkurang.

Karena itu, kampanye menjaga lingkungan perlu digalakkan, salah satunya dengan menanam pohon,”Jangan mengkritik Jogja panas kalau di rumahnya tidak menanam pohon, boleh ngomong Jogja asat kalau di rumahnya sudah menyedikan sumur resapan,” ujar Suyana.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Kota Jogja, Golkari Made Yulianto mengatakan sudah mendesain kawasan searah ke barat di Jalan Sagan. Soal pohon yang ada di tengah jalan akan dihilangkan, namun kawasan tersebut tetap disediakan space untuk pohon.

“Rencananya posisi pohon nanti ada di trotoar sisi selatan jalan,” kata Golkari. Dengan adanya pohon, kata dia, maka lebar trotoar di selatan akan lebih lebar dari trotoar sisi utara.

Saat ini Dinas Perhubungan dan kepolisian tengah mempersiapkan rencana jalan searah tersebut. Nantinya Jalan Sagan berlaku satu jalur kea arah barat. Kendaraan dari arah barat akan dialihkan ke Jalan C Simanjuntak dan Jalan Kaliurang, “Kecuali bus angkutan umum,” ujar Golkari.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Paradoks Kesehatan Tenaga Medis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (1/7/2017). Esai ini karya Isna Rahmawati Retnaningsih, mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret yang berpengalaman praktik kebidanan. Elamat e-mail penulis adalah rahmawatiisna.ir@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dunia kesehatan Indonesia kembali berduka. Pada Senin…