Pekerja beraktivitas di lokasi proyek pembangunan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Jumat (16/12/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Pekerja beraktivitas di lokasi proyek pembangunan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Jumat (16/12/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Sabtu, 17 Desember 2016 07:10 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PEMBANGUNAN WONOGIRI
Target Meleset, Kontraktor Proyek Kantor Disdik Didenda Rp7,3 Juta/Hari

Pembangunan Wonogiri, kontraktor proyek pembanguna Kantor Disdik kena denda Rp7,3 juta per hari.

Solopos.com, WONOGIRI — Kontraktor proyek pembangunan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, PT Tri Tunggal Utama Jaya, dikenai denda kurang lebih Rp7,3 juta/hari.

Sanksi itu diberlakukan karena kontraktor tersebut tak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai batas akhir proyek, 13 Desember 2016. Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut , Imam Sutarko, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (16/12/2016), menyampaikan berdasar pemeriksaan hasil pekerjaan pada 13 Desember lalu, progres pekerjaan mencapai 94 persen atau volume kurang 6 persen.

Pekerjaan dianggap tidak selesai meski kekurangan volume tidak terlalu banyak. Atas hal itu PPK bersama tim teknis dan pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP) memutuskan memperpanjang waktu pengerjaan hingga 27 Desember supaya pekerjaan bisa rampung 100 persen.

“Karena pekerjaan tak selesai tepat waktu kontraktor dikenai denda 1/1.000 x nilai kontrak x lama keterlambatan. Total denda akan dihitung setelah pekerjaan selesai nanti,” kata Imam.

Nilai kontrak proyek tersebut Rp7,3 miliar. Jika dikalkulasi denda untuk kontraktor senilai Rp7,3 juta/hari. Imam memperkirakan pekerjaan bisa rampung sebelum 27 Desember.

Setelah diperpanjang, hingga Jumat itu progres pekerjaan mencapai 96 persen-97 persen. Dia memprediksi pekerjaan akan selesai pada 22 atau 23 Desember. “Listrik dan air sudah siap digunakan. Mungkin awal 2017 kantor sudah bisa ditempati,” imbuh Imam.

Proyek Kantor Disdik, tambah dia, dilanjutkan pada 2017. Pekerjaan tahun depan yakni pengerasan halaman senilai kurang lebih Rp1,3 miliar dan gedung aula dua lantai senilai Rp7 miliar. Satu lantai gedung aula untuk basement sebagai tempat parkir dan satu lantai lainnya untuk ruang pertemuan.

Pantauan Solopos.com di lokasi proyek, bagian atap tengah belum selesai dikerjakan. Selain itu ruang tempat pintu masuk belum dipasangi lantai keramik. Ruang lainnya sudah berkeramik.

Ada pekerja yang sedang mengecat tembok luar dengan warna krem kekuningan. Seperti diketahui saat disidak TP4D beberapa kali progres proyek selalu kurang dari target.

Pelaksana proyek PT Tri Tunggal Utama Jaya, Bambang, mengatakan progres tak sesuai target karena pemerataan lahan memakan waktu lama pada awal pekerjaan. Selain itu dia sempat kekurangan tenaga kerja.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
ISI Bukan Kampus Zombi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (23/8/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gmail.com Solopos.com, SOLO — Institut Seni Indonesia (ISI) Solo segera dipimpin rektor baru. Rektor Sri Rochana Widyastutieningrum…