0311 Zebra Cross
Sabtu, 17 Desember 2016 06:10 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

LALU LINTAS KARANGANYAR
Dishubkominfo Perkenalkan Markah Warna Merah di Jl. Lawu, Ini Fungsinya

Lalu lintas Karanganyar, Dishubkominfo Karanganyar menyosialisasikan penggunaan markah warna merah di Jl. Lawu.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar memperkenalkan markah warna merah di Jl. Lawu.  Markah tersebut untuk membatasi ruang henti kendaraan (RHK) roda dua.

Sosialisasi markah merah itu akan dilakukan selama satu bulan ke depan. Harapannya masyarakat memperoleh edukasi tertib berlalu lintas saat melewati Jl. Lawu.

Pantauan Solopos.com, sejumlah petugas Dishubkominfo Karanganyar berdiri di dekat lampu lalu lintas di Papahan pada Kamis (15/12/2016). Mereka mengarahkan mobil berhenti di belakang markah RHK berwarna merah sedangkan pengendara sepeda motor berhenti pada markah.

Keesokan harinya pada Jumat (16/12/2016), sejumlah pengendara mobil sudah berhenti di belakang markah warna merah. Tetapi, ada juga mobil yang nekat berhenti pada markah. Markah RHK roda dua berada di belakang zebra cross.

Markah dicat warna merah yang mencolok sehingga menarik perhatian pengendara. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, menuturkan akan menyosialisasikan RHK roda dua selama satu bulan. Agus menyampaikan sejumlah kendala saat sosialisasi.

“Ya rata-rata pengendara mobil itu langsung berhenti di belakang markah. Tetapi, ada juga yang belum tahu. Ada pengendara sepeda motor yang enggan berhenti di situ. Padahal itu markah untuk mereka [pengendara sepeda motor],” kata Agus saat berbincang dengan wartawan di Media Center Dishubkominfo Karanganyar, Jumat.

Agus menyampaikan Dishubkominfo menggunakan Jl. Lawu sebagai edukasi tertib berlalu lintas. Hal itu sejalan dengan rencana Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menjadikan Jl. Lawu sebagai jalan beradab. Pengendara yang melintas di Jl. Lawu harus memacu kendaraan maksimal 50 km/jam.

Tetapi, berdasarkan pantauan Solopos.com, Dishubkominfo membuat markah kecepatan 40 km/jam. Marka itu dibuat pada jalan. “Iya memang. Ada rambu kecepatan maksimal 50 km/jam. Tetapi, kami buat di jalan itu tulisan 40 km/jam. Itu saja masih ada mobil yang nekat mengebut. Wah enggak keruan,” tutur dia.

“Tujuan kami sebetulnya mendidik masyarakat tertib berlalu lintas. Kami ingin menjamin keselamatan dan kenyamanan berkendara. Marilah bertoleransi dengan pengendara lain,” ujar Agus.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Nasib Pengarang pada Hari Lebaran

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Rabu (21/6/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang penulis novel dan cerita pendek yang tinggal di Sleman, DIY. Alamat email penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Ada sajak pendek Sitor Situmorang berbunyi: Malam Lebaran / bulan…