Para siswa SMAN 1 Banyudono, Boyolali, menerima sosialisasi e-voting oleh anggota KPU Boyolali Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Pargito, di sekolah setempat, Kamis (15/12/2016). (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Para siswa SMAN 1 Banyudono, Boyolali, menerima sosialisasi e-voting oleh anggota KPU Boyolali Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Pargito, di sekolah setempat, Kamis (15/12/2016). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Sabtu, 17 Desember 2016 04:00 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KPU Boyolali Kenalkan E-Voting kepada Pemilih Pemula

Pemilih muda Boyolali endapat sosialisasi tentang e-voting.

Solopos.com, BOYOLALI – Kalangan pemilih pemula menjadi sasaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali dalam menyosialisasikan elektronik voting atau e-voting. KPU pun gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Anggota KPU Boyolali Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Pargito, mengatakan e-voting akan menjadi tren baru dalam hajatan demokrasi ke depan. Menurut Pargito, pada 2017 nanti akan banyak pesta demokrasi, baik di level desa, kabupaten, atau provinsi, yang menggunakan sistem e-voting.

Bahkan, pemilihan presiden dan wakil rakyat diprediksi akan memakai sistem e-voting. “Ini tren di negara-negara maju. Boyolali sudah mengawali pemilihan dengan sistem e-voting saat pilkades serentak awal bulan ini,” ujarnya di sela-sela sosialisasi e-voting kepada para siswa SMAN 1 Banyudono, Kamis (15/12/2016).

Dalam kesempatan itu, KPU berinteraksi dengan para siswa dan para guru. KPU memancing pertanyaan seputar masalah pemilu, sejarahnya, serta perjalanan bangsa Indonesia dalam menggelar pemilu. Para siswa yang berani mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan, langsung mendapatkan hadiah dari tim dari KPU.

Menurut Pargito, siswa-siswi SMA adalah calon pemilih pemula. Jumlah mereka sangat besar dan berpeluang memperbaiki kualitas demokrasi negeri ini. Itulah sebabnya, kata Pargito, KPU menyosialisasikan pentingnya hak pilih setiap warga dalam menentukan calon pemimpinnya.

“Sosialisasi kali ini sudah kesekian kalinya. September lalu, sekolah-sekolah di Boyolali juga menggelar pemilihan ketua OSIS serentak yang diinisiasi KPU. Ini bagian dari pendidikan politik sejak dini,” paparnya.

Kepala SMAN 1 Banyudono, Suyanta, sangat mendukung kegiatan KPU tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat berguna bagi para siswa yang merupakan calon pemilih pemula.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…