Seorang pembeli memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro) Ilustrasi aktivitas pedagang di pasar (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Sabtu, 17 Desember 2016 09:10 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

KEBUTUHAN POKOK SOLO
Jelang Akhir Tahun, Harga Pangan Masih Stabil

Kebutuhan pokok Solo, harga komoditas pangan menjelang akhir tahun masih stabil.

Solopos.com, SOLO — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Solo menunjukkan gejolak harga komoditas pangan di pasar menjelang akhir tahun ini tidak signifikan. Inflasi di pengujung tahun ini pun diprediksi lebih rendah dibanding tahun lalu, yakni hanya 0,6%-0,7%.

Wakil Ketua TPID Solo, Bandoe Widiarto, mengungkapkan sidak dilakukan untuk memonitor pasokan dan harga komoditas pangan di pasar tradisional menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan sidak yang dilakukan di tiga pasar, yakni Pasar Gede, Pasar Legi, dan Pasar Jongke, harga komoditas pangan cenderung stabil.

Hanya cabai rawit hijau yang harganya naik karena pasokannya terbatas. “Bank Indonesia [BI] Solo berencana menggandeng pemerintah daerah [pemda] di Soloraya untuk melaksanakan gerakan menanam cabai di halaman rumah. Hal ini mengingat konsumsi cabai sangat tinggi dan selalu menyumbang inflasi,” ungkap Kepala BI Solo ini kepada wartawan, Jumat (16/12/2016).

Dia mengutarakan gerakan menanam cabai ini akan dilakukan pada 23 Desember. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai sehingga bisa mengurangi permintaan cabai di pasar yang berdampak pada pengurangan sumbangan inflasi dari kelompok cabai.

Menurut dia, harga komoditas pangan lainnya masih normal, di antaranya daging sapi Rp90.000/kg-Rp100.000/kg dan daging ayam stabil di harga Rp28.000/kg-Rp30.000/kg. Harga telur ayam ras naik sedikit, yakni sekitar Rp1.000/kg-Rp2.000/kg.

“Kami optimistis inflasi Desember tahun ini lebih rendah dibandingkan Desember tahun lalu yang mencapai 0.99% dan merupakan inflasi tertinggi selama 2015. Kami memprediksi, inflasi bulan ini 0,6%-0,7%,” ujarnya.

Selain itu, TPID juga mewaspadai rencana pemerintah membatasi operasional angkutan barang selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2017. Oleh karena itu, tim berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo dan kepolisian supaya distribusi pangan tetap lancar.

Kenaikan harga tiket maskapai juga diwaspadai. Meski begitu, hingga pekan kedua bulan ini, harga masih normal. Bahkan untuk rute tertentu ada penurunan.

Sementara itu, sehari sebelumnya, tim gabungan yang dikoordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo juga melakukan sidak di dua pasar untuk memonitor harga dan pasokan barang.

lowongan kerja
lowongan kerja PT.BANDARTRISULA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…