longsor-tanggul-kali-samin-grogol-sukoharjo Pengendara sepeda motor melewati pinggir tanggul Kali Samin yang longsor saat terjadi banjir di sebagian wilayah Sukoharjo, Minggu (4/12/2016). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Sabtu, 17 Desember 2016 08:10 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

INFRASTRUKTUR SUKOHARJO
BBWSBS Janji Segera Perbaiki Tanggul Kritis

Infrastruktur Sukoharjo, BBWSBS berjanji segera memperbaiki tanggul kritis di Kali Samin dan Bengawan Solo.

Solopos.com, SUKOHARJO — Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berjanji segera memperbaiki tanggul dan talut tanah yang kritis di sepanjang Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo. Penanganan tanggul dan talut tanah kritis dilakukan bertahap.

Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BBWSBS, Sigit Santoso, mengatakan petugas lapangan telah menginventarisasi lokasi tanggul dan talut tanah kritis di sepanjang Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo. Tanggul sungai yang longsor menjadi prioritas utama penanganan untuk mencegah tanggul jebol.

“Surat dan laporan dari instansi terkait sudah masuk. Tinggal eksekusi di lapangan,” kata dia saat ditemui Solopos.com di sekitar Dam Colo, Kecamatan Nguter, Kamis (15/12/2016).

Tanggul sungai longsor saat turun hujan lebat dengan intensitas tinggi di wilayah Soloraya, beberapa bulan lalu. Terdapat dua lokasi tanggul kritis yang diprioritaskan yakni di Dusun Kesongo, Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, dan Desa Pandean, Kecamatan Grogol.

Panjang kedua tanggul yang longsor lebih dari 30 meter. Bahkan, tanggul yang longsor di Dusun Kesongo bertambah lebar lima meter saat banjir merendam sebagian wilayah Sukoharjo, akhir November lalu.

“Fokus penanganan tanggul sungai yang longsor berdasarkan skala prioritas. Lokasi-lokasi tanggul yang longsor menjadi prioritas utama untuk mencegah tidak jebol,” papar dia.

Untuk penanganan darurat, lanjut Sigit, petugas telah memasang karung berisi tanah di lokasi tanggul longsor. Jumlah karung tanah yang dipasang di lokasi tanggul di Dusun Kesongo sebanyak 500 karung. Sementara karung tanah yang dipasang di lokasi tanggul di Desa Pandean sebanyak 300 karung.

Sigit juga selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo saat turun hujan deras selama berjam-jam. “Kami hanya bisa meminimalkan dampak banjir. Saat curah hujan tinggi otomatis ketinggian air sungai bakal naik signifikan dan meluap ke rumah penduduk atau lahan pertanian,” terang dia.

Di sisi lain, seorang warga Dusun Kesongo, Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Agus Salimin, mengatakan tanggul yang longsor harus diperbaiki secara permanen. Agus tak yakin beronjong kawat yang dipasang di lokasi tanggul mampu menahan erosi sungai saat turun hujan lebat.

Terlebih, muncul retakan baru di lokasi tanggul longsor yang bisa memicu pergerakan tanah. Saat tanah bergerak ditambah derasnya arus sungai, tanggul longsor berpotensi jebol. “Saat hujan turun, warga mendirikan tenda di sekitar lokasi tanggul yang longsor. Warga memantau kondisi tanggul karena berpotensi jebol. Saya tak bisa membayangkan jika tanggul sungai jebol. Mungkin ribuan rumah di Mojolaban terendam banjir,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…