Seorang pedagang cabai di Pasar Beringharjo Warti ketika berjualan, Jumat (16/12/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja) Seorang pedagang cabai di Pasar Beringharjo Warti ketika berjualan, Jumat (16/12/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 17 Desember 2016 14:20 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

HARGA KEBUTUHAN POKOK
Harga Pangan Alami Kenaikan, Apa Saja?

Harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Solopos.com, JOGJA — Beberapa harga bahan pangan di Pasar Beringharjo mengalami kenaikan. Hal itu terjadi karena keterbatasan stok.

Lurah Pasar Beringharjo Timur Sumarno mengatakan, beberapa harga bahan pangan memang terpantau naik. Ia menyebutkan, harga cabai rawit merah, cabai rawit hijau, dan telur naik.

“Stok cabai berkurang karena cuaca yang tidak menentu sehingga banyak tanaman cabai yang mati,” papar dia, Jumat (16/12/206).

Sementara itu, kebutuhan cabai meningkat karena musim liburan sekolah. Jogja sebagai satu destinasi wisata, jumlah pengunjung turut meningkat sehingga kebutuhan kuliner juga meningkat. “Harga telur sekarang ini Rp19.000,” papar dia.

Seorang pedagang cabai di Pasar Beringharjo Warti mengatakan, harga cabai rawit merah saat ini kembali menyentuh Rp60.000 per kg. Harga cabai rawit hijau Rp55.000 per kg, cabai merah keriting Rp45.000 per kg, dan cabai merah besar Rp45.000 per kg.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati mengatakan, untuk harga rata-rata pada Jumat (16/12/2016), harga telur justru turun Rp167 dari Rp19.933 menjadi Rp19.767 per kg. Harga cabai merah keriting naik Rp2.333 per kg dari Rp45.333 menjadi Rp47.667 per kg.

Sementara, harga rata-rata cabai merah besar turun dari Rp41.000 menjadi Rp40.667 per kg. Harga cabai rawit hijau turun dsri Rp52.000 menjadi Rp50.333 dan harga tomat turun dari Rp9.667 menjadi Rp9.333 per kg.

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…