Layanan pelaporan berita hoax (Newsroom FB) Layanan pelaporan berita hoax (Newsroom FB)
Sabtu, 17 Desember 2016 21:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internet Share :

Berantas Hoax, Begini Canggihnya Facebook Tandai Berita Palsu

Facebook juga memerangi berita palsu.

Solopos.com, SOLO – Sudah menjadi rahasia umum jika media sosial rentan tersebar berita palsu atau hoax. Hal ini bahkan nyaris tak bisa dihentikan karena sulitnya kontrol dalam penyebaran berita. Sebagai langkah nyata untuk mencegah penyebaran berita hoax, pengelola Facebook menambah satu poin berita palsu dalam fitur laporan.

Fitur terbaru ini diungkap oleh Vice President divisi pemberitaan Facebook, Adam Mosseri, melalui laman newsroom Facebook, Kamis (15/12/2016). Melalui pembaruan ini, akun Facebook akan lebih mudah membuat laporan jika menemukan berita hoax.

Sebelumnya, dalam layanan pelaporan Facebook hanya menempatkan tiga poin, kini ditambah poin keempat yang menyatakan berita itu hoax. Akun yang memberi laporan sebuah berita diduga palsu akan mendapat pilihan kedua mulai dari menandai berita tersebut sebagai berita palsu, mengirim pesan penyebar berita, dan memblokir akun penyebar berita.

Facebook tidak secara langsung memblokir berita yang dilaporkan sebagai berita hoax. Media sosial terpopuler ini bekerja sama dengan pihak ketiga, Poynter’s Internasional Fact Checking Code of Principles, yang bertugas untuk mencari fakta tentang berita terlapor.

Berita yang terbukti palsu akan ditandai dengan icon bendera berwarna merah, lengkap dengan alasan berita tersebut dianggap palsu. Berita yang sudah mendapat icon tersebut akan tenggelam karena berita-berita lainnya dan tidak muncul di beranda pengguna. Pengelola akun penyebar berita yang terbukti hoax juga tidak akan bisa mempromosikan postingan tersebut.

Contoh tampilan berita yang dianggap hoax (Newsroom FB)

Contoh tampilan berita yang dianggap hoax (Newsroom FB)

Meski demikian, layanan pelaporan terbaru Facebook ini hanya sebagai peringatan pengguna mengenai berita hoax. Keputusan untuk menyebar atau tidak berita tersebut tetap kembali pada pengguna. Akun yang tetap akan menyebarkan berita yang sudah dianggap hoax akan mendapat peringatan berlapis sebelum bisa menyebar berita tersebut.

Peringatan terhadap netizen yang tetap akan membagikan berita yang dianggap hoax (Newsroom FB)

Peringatan terhadap netizen yang tetap akan membagikan berita yang dianggap hoax (Newsroom FB)

Meski tambahan layanan ini sudah diberitakan di laman resmi newsroom Facebook, sepertinya pelaporan berita yang diduga hoax belum benar-benar bisa dilakukan. Hingga Jumat (16/12/2016) malam, pukul 21.52 WIB, redaksi Solopos.com belum menemukan pembaruan tersebut dalam layanan pelaporan.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…