Kondisi ratusan rumah dan bangunan di eks lokalisasi Semampir, Kota Kediri, setelah dirobohkan petugas dari Pemkot Madiun, Kamis (15/12/2016). (Madiunpos.com/JIBI/polreskedirikota.com) Kondisi ratusan rumah dan bangunan di eks lokalisasi Semampir, Kota Kediri, setelah dirobohkan petugas dari Pemkot Madiun, Kamis (15/12/2016). (Madiunpos.com/JIBI/polreskedirikota.com)
Jumat, 16 Desember 2016 18:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Ratusan Rumah di Eks Lokalisasi Semampir Kediri Dirobohkan

Ratusan rumah di eks-lokalisasi Semampir dirobohkan.

Solopos.com, KEDIRI — Ratusan rumah yang berada di eks lokalisasi Semampir, Mojoroto, Kota Kediri, dibongkar seluruhnya oleh petugas, Kamis (15/12/2016). Sebanyak 800 aparat dari Polres Kediri Kota pun diturunkan untuk mengamankan proses eksekusi pembongkaran ratusan rumah itu.

Eksekusi pembongkaran ratusan rumah di eks lokalisasi Semampir itu selain dijaga aparat Polri juga dijaga aparat gabungan dari TNI dan Satpol PP Kota Kediri. Polres Kodiri Kota juga mengerahkan puluhan polwan berseragam dengan membentuk barikade.

Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kompol Ketut Mudita, mengatakan ratusan rumah yang dibongkar berada di wilayah RT 029 dan RT 030/RW 005, Mojoroto, Kota Kediri. Eksekusi dilakukan sejak Kamis pagi hingga malam.

Kompol Ketut menuturkan sebelum ada eksekusi ini, penghuni ratusan rumah tersebut enggan meninggalkan rumah mereka dan memilih bertahan. “Kami peringatkan kembali kepada seluruh warga RW 005 supaya segera meninggalkan rumah dan jangan melakukan perlawanan,” ujar Ketut kepada warga sebelum eksekusi dimulai.

Kuasa hukum warga RW 005, Supriyo, mengatakan tidak memerintahkan warga untuk bertahan maupun meninggalkan rumahnya. Dia menuturkan sikap warga yang tetap bertahan di rumah mereka merupakan keputusan warga.

Setelah dilakukan dialog, petugas kemudian masuk ke kawasan eks lokalisasi Semampir dan meminta warga yang masih bertahan untuk segera keluar rumah. Petugas juga membantu warga untuk mengemasi barang-barang milik mereka.

Sebagian besar warga memang bertahan di dalam rumah dan enggan untuk pindah. Warga mengunci pintu rumah dari dalam dan bersembunyi bersama anak-anak mereka. Namun, setelah berdialog dan imbauan petugas akhirnya mereka bersedia mengemasi barang-barangnya serta membawanya keluar rumah.

Petugas menyediakan tempat evakuasi sementara bagi warga RW 005 di kantor Kelurahan Semampir. Petugas juga menyediakan alat transportasi untuk membawa barang-barang warga yang hendak dibawa pindah.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Wibowo, mengatakan kegiatan eksekusi ratusan rumah di eks lokalisasi Semampir berjalan kondusif. Warga keluar dari rumah masing-masing untuk mencari tempat tinggal baru.

“Kegiatan kita hari ini adalah final dari serangkaian kegiatan pengamanan kebijakan Pemkot Kediri terkait dengan penggusuran dan pembongkaran rumah dan bangunan di RT 029 dan RT 030 di Kelurahan Semampir,” ujar Wibowo yang dikutip Madiunpos.com dari laman polreskedirikota.com, Jumat (16/12/2016).

lowongan kerja
lowongan kerja PT.TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…